Pengetahuan Produk

Definisi Pengetahuan Produk

Pengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk, Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminology produk, atribut atau fitur produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk. Bila Pemasar/penjual dapat memehami tentang pengetahuan produk yang baik dan benar maka ia akan mudah melakukan konfirmasi kepada konsumen/pelanggan untuk memastikan pembelian produk. Pengetahuan produk juga meliputi berbagai informasi yang diproses oleh konsumen untuk memproleh suatu produk. Pengetahuan produk juga terdiri dari atas pengetahuan tentang di mana membeli produk, dan kapan membeli produk. Ketika konsumen memutuskan akan membeli suatu produk, maka ia akan menentukan di mana ia membeli produk tersebut dan kapan membelinya. Keputusan konsumen mengenai tempat pembelian produk akan sangat ditentukan oleh pengetahunnya. Implikasi penting bagi strategi pemasaran adalah memberikan konfirmasi kepada konsumen di mana konsumen dapat membeli produk tersebut.

Peter dan Olson (1999) membagi tiga jenis pengetahuan produk, yaitu : Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk, Pengetahuan tentang manfaat produk, Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen atau pelanggan.

  1. Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk

Seorang konsumen/pelanggan akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut produk tersebut. Bagi seorang konsumen/pelanggan bila membeli suatu mobil, maka mobil yang dipilih harus memiliki atribut warna, model, tahun pembuatan, jumlah cc, merek, manual atau otomatis, dan sebagainya.

  1. Pengetahuan tentang manfaat produk.

Jenis pengetahuan produk yang kedua adalah tentang manfaat produk. Konsumen/pelanggan mengkonsumi sayuran dan buah-buahan karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi kesehatan tubuhnya. Manfaat yang dirasakan konsumen/pelanggan setelah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan adalah memperlancar buang air besar. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat produk. Konsumen seringkali berpikir mengenai manfaat yang ia rasakan jika mengkonsumsi atau membeli suatu produk, bukan mengenai atributnya.

Secara umum terdapat 2 (dua) jenis manfaat yang dirasakan konsumen/pelanggan setelah mengkonsumsi produk:

  • Manfaat Fungsional

Adalah manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis. Misalnya : minum teh Sosro akan menghilangkan rasa haus, menggunakan printer laser mempercepat pencetakan dokumen, menggunakan telepon seluler memudahkan konsumen berkomunikasi di mana saja dengan siapa saja. Inilah beberapa contoh manfaat fungsional yang dirasakan oleh konsumen/pelanggan.

  • Manfaat Psikososial

Adalah aspek psikologis (perasaan, emosi, dan mood) dan aspek sosial (persepsi konsumen/pelanggan terhadap bagaimana pandangan orang lain terhadap dirinya) yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk. Seseorang konsumen selalu menggunakan parfum karena membuat lebih percaya diri. Seseorang akan memilih sedan BMW seri 7 sebagai kendaraan sehari-harinya, karena orang-orang sekelilingnya akan menilai bahwa BMW adalah symbol kesuksesan karier seseorang.

  1. Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen atau pelanggan. 
    Untuk mengetahui suatu kepuasan yang diberikan produk kepada konsumen adalah jika suatu produk akan memberikan kepuasan kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Agar produk tersebut bisa memberikan kepuasan yang maksimal dan kepuasan yang tinggi kepada konsumen, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.
    Kesalahan yang dilakukan oleh konsumen dalam menggunakan suatu produk akan menyebabkan produk tidak berfungsi dengan baik. Ini akan menyebabkan konsumen kecewa, padahal kesalahan terletak pada diri konsumen. Produsen/pemasar tidak menginginkan konsumen menghadapi hal tersebut karena itu produsen/pemasar sangat berkepentingan untuk memberitahu konsumen bagaimana cara menggunakan produknya dengan benar. Sebagai contoh : Produsen alat-alat elektronik seperti radio, VCD player, televise selalu menyertakan buku petunjuk penggunaan alat kepada setiap produk yang dijualnya. Tujuannya adalah agar konsumen bias menggunakan produk tersebut dengan benar, sehingga dapat memberikan kepuasan yang oktimal kepada konsumen.

Secara umum dalam pengetahuan produk terdapat penjelasan tentang atribut produk yaitu:

“unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan.Sedangkan menurut Teguh Budiarto “Atribut-atribut produk adalah sesuatu yang melengkapi manfaat utama produk sehingga mampu lebih memuaskan konsumen”( Fandy Tjiptono). Atribut dapat dipandang secara obyektif (fisik produk) maupun secara subyektif (pandangan konsumen). Berikut ini merupakan berbagai elemen atribut produk diantaranya adalah:

  1. Merk

Merek adalah sesuatu yang ditujukan untuk mengidentifikasi barang atau jasa jasa dari seseorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk penjual dapat dalam bentuk nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi hal-hal tersebut. Dalam melakukan pembelian konsumen tidak hanya memperhatikan macam dari produk. Tapi juga pembeli memperhatikan merek dari produk tersebut , merek lebih dari sekedar simbol, merek dapat memiliki 6 tingkatan perhatian sebagai berikut:

  1. a)Atribut
  2. b)Manfaat
  3. c)Nilai
  4. d)Budaya
  5. e)Kepribadian
  6. f)Pemakai

Merk yang baik adalah merek yang mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu, adapun karakteristik merek yang baik adalah

  1. a)Mengingatkan suatu tentang karakteristik produk dan kegunaannya
  2. b)Mudah dieja, dibaca dan diingat
  3. c)Bisa diadaptasi oleh produk-produk baru yang mungkin ditambahkan dilini produk
  4. d)Bisa didaftarkan dan dilindungi hak paten

Produsen membuat suatu merek untuk produknya karena ada tujuan-tujuan tertentu yang dapat diambil manfaatnya oleh penjual (produsen) maupun pembeli (konsumen), ada banyak manfaat dari pencantuman merek pada suatu produk. Manfaat dari pencantuman merek adalah:

a)Merk memberikan identitas

Produk kita akan mudah dikenali dan dicari oleh pembeli karena merek. Ini adalah fungsi dasar merk yaitu sebagai pemberi identitas bagi produk kita.
Membedakan dengan pesaing.

b)Manfaat dasar merk yang kedua adalah membedakan produk kita dengan produk pesaing. Apa gunanya kita membuat produk yang bagus jika ternyata pelanggan tidak mampu membedakan produk kita dengan produk pesaing yang kualitasnya ada di bawah produk kita.

c)Meningkatkan penjualan.

Bila merek kita dipersepsikan dengan baik oleh konsumen, maka tidak perlu diragukan lagi mereka akan bercerita kepada siapa saja yang ditemuinya tentang produk kita. Itu berarti naiknya angka penjualan bisnis kita.

d)Membangun loyalitas

Pelanggan yang puas akan produk yang kita jual, mereka akan dengan sendirinya memasukkan merek kita tidak hanya di kepala pelanggan tapi juga di hati mereka. Bagi mereka, merek kitalah yang terbaik. Mereka merasa mendapatkan banyak manfaat dari membeli produk kita. Tidak hanya manfaat fungsional, namun juga manfaat emosional. Mereka akan selalu melakukan pembelian ulang tanpa pernah silau oleh harga murah ataupun promosi dan janji-janji dari pihak pesaing.

e)Membuat pelanggan tidak sensitif harga.

Sama ketika kita telah jatuh cinta pada seseorang, keluar biaya berapa pun tidak menjadi masalah yang besar asalkan dapat bersama dengan orang yang kita cintai. Begitu pula dengan merek, jika para pelanggan telah jatuh cinta dengan merek kita, mereka tidak akan peduli berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh produk kita. Ini berarti ada margin keuntungan yang lebih besar bagi produk kita.

f)Komunikasi pemasaran jadi lancer.

Hampir semua pakar pemasaran sepakat bahwa iklan yang terbaik adalah kata-kata yang keluar dari mulut pelanggan yang puas. Secara tidak langsung, pelanggan yang puas terhadap merek kita akan membantu mempromosikan produk dan citra merek kita. Kita tidak perlu susah-susah mengeluarkan dana, waktu dan tenaga lagi untuk memperkenalkan merek kita kepada calon pelanggan baru.

g)Terbuka peluang untuk waralaba

Merek adalah intangible asset (aset tak berwujud) bagi perusahaan. Dalam jangka panjang, ketika merek kita telah mengakar kuat dibenak para konsumen, kita akan dapat mewaralabakan merek kita dengan nilai yang tinggi.

h)Magnet bagi para stakeholder.

Merek yang telah dikenal baik, tidak hanya akan menjadi daya tarik bagi para calon konsumen, namun juga akan menjadi magnet bagi para stakeholder terbaik. Mereka tidak akan kesulitan untuk mencari pemasok, karyawan, bahkan juga para investor. Hali ini berarti merek yang baik akan meningkatkan daya tawar kita di hadapan para stakeholder itu.

  1. Kualitas Produk

Kualitas merupakan faktor yang terdapat dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai dengan maksud untuk apa produk itu diproduksi. Kualitas ditentukan oleh sekumpulan kegunaan dan fungsinya, termasuk di dalamnya daya tahan, ketergantungan dengan produk lain, esklusifitas, kenyamanan wujud (warna, bentuk pembungkus dsb) dan harga yang ditentukan oleh biaya produk. Jadi bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-fungsi-nya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik.

  1. Sifat Produk

Sifat barang merupakan karakter yang melekat pada barang itu sendiri secara fisik dapat dilihat.Sifat produk disebut juga dengan istilah ciri produk yang dalam bahasa inggris disebut produk feature. Suatu produk dapat ditawarka dalam berbagai sifat, sebuah model “Polos” produk berupa tambahan apapun merupakan titik awal. Perusahaan dapat menciptakan model dari tingkat lebih tinggi dengan menambahkan beberapa sifat.
Sifat produk adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing. Menjadi produsen yang pertama yang memperkenalkan sifat baru yang dibutuhkan dan nilai tinggi oleh pelanggan adalah salah satu cara yang paling efektif untuk bersaing. Produsen tidak perlu menawarkan produk yang nilainya rendah bagi pelanggan dalam hubungan dengan biaya sebaliknya. Sebaliknya sifat-sifat produk yang sifatnya tinggi bagi pelanggan dalam hubungan dengan biaya perlu untuk ditambahkan.

  1. Kemasan

Kemasan berasal dari kata kemas yang berarti teratur (terbungkus) rapi; bersih; rapi; beres; selesai. Pengertian kemasan lainnya merupakan hasil mengemas atau bungkus pelindung dagangan (niaga). Sedangkan pengertian bungkus dapat diartikan sebagai kata bantu bilangan untuk benda yang dibalut dengan kertas (botol, plastik, dan sebagainya); pengertian lainnya barang apa yang dipakai untuk membalut. Dengan demikian dalam tulisan ini pengertian kemasan adalah sesuatu (material) dapat berupa botol, kertas, maupun plastik yang digunakan untuk membungkus makanan. Kesadaran akan pentingnya kemasan yang menarik dan baik semakin meningkat. Karena pentingnya fungsi kemasan dalam pemasaran dan merupakan atribut yang dilihat konsumen paling awal. Tidak jarang konsumen bersedia membayar lebih untuk memudahan penampilan, kehandalan dan prestise dari kemasan yang lebih baik. Faktor lainnya adalah makin meluasnya penjualan dengan sistem swalayan (self service), makin meningkatnya standar kesehatan dan sanitasi yang dituntut masyarakat. Dalam pemasaran suatu produk, pemberian wadah atau kemasan dapat memainkan peran kecil, misalnya paku, sekrup atau peran yang penting, misalnya pada kosmetika. Masalah kemasan dirumuskan sebagai segala kegiatan merancang dan memperbaiki kaidah atau bungkus suatu produk.
Kemasan juga didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi bungkus atau kemasan suatu produk. Ada tiga alasan mengapa kemasan diperlukan
Kemasan memenuhi sasaran, Keamanan (safety) dan kemanfaatan (utilitarian)
Kemasan bisa melaksanakan program pemasaran perusahaan
Manajemen bisa mengawasi produknya sedemikian rupa untuk meningkatkan perolehan laba. Dengan adanya keamanan dan kemanfaatan kemasan, produk akan terlidungi selama dalam perjalananya dari produsen kekonsumen, bahkan terahir dipakai oleh konsumen selain itu dengan adanya kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan juga perlu ditawarkan dengan bentuk dan ciri yang demikian menariknya sehingga konsumen bersedia membayar lebih mahal hanya untuk memperoleh kemasan yang lebih baik.

  1. Label

Label adalah setiap keterangan mengenai barang yang dapat berupa gambar, tulisan atau kombinasi keduanya atau bentuk lain yang memuat informasi tentang barang dan keterangan pelaku usaha serta informasi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang disertakan pada produk, dimasukkan kedalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan. Kegunaan Label adalah memberikan infomasi yang benar,jelas danlengkap baik mengenai kuantitas, isi, kualitas maupun hal-hal lain yang diperlukan mengenai barang yang diperdagangkan. Label Bagi Konsumen adalah Konsumen akan memperoleh informasi yang benar, jelas dan baik mengenai kuantitas, isi, kualitas mengenai barang / jasa beredar dan dapat menentukan pilihan sebelum membeli atau mengkonsumsi barang dan jasa. Bagaimana Kewajiban Pelaku Usaha mencantumkan Label? Pelaku Usaha yang memproduksi atau memperdagangkan dan atau memasukkan barang di atau ke pasar dalam negeri wajib mencantumkan label dalam dan atau luar kemasan. Pencantuman label di kemasan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mudah lepas, tidak mudah luntur atau rusak, letaknya mudah untuk dilihat dan dibaca. Isi Label terdiri atas:

  1. Nama barang
  2. Ukuran;
  3. Berat, isi bersih, netto
  4. Komposisi
  5. Aturan pakai
  6. Tanggal kadaluarsa
  7. Akibat sampingan
  8. Nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat

Sedangkan keterangan yang harus tercantum pada Label Makanan adalah :

  1. Nama makanan/nama produk
  2. Komposisi/daftar ingredien;
  3. Berat, isi bersih, netto
  4. Nama dan Alamat Pabrik/Importir
  5. Nomor Pendaftaran
  6. Kode Produksi
  7. Tanggal Kadaluarsa
  8. Petunjuk atau Cara Penyimpanan
  9. Petunjuk atau Cara Pengunaan
  10. Untuk Setiap orang yang memproduksi atau memasukan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label, di luar atau di dalam kemasan pangan dan menggunakan Bahasa Indonesia
  11. Mencamtumkan Nama dan Alamat untuk Pelaku usaha yaitu produsen pangan, importir, pengedar produk pangan. Hal ini bertujuan agar konsumen dapat memperoleh informasi yang lengkap, yaitu baik importir pangan yang bersangkutan

Ketentuan lebih lanjut mengenai Label dapat dilihat pada :

  1. Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
  2. Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, Pasal 30 s/d 33
  3. Undang-undang No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal
  4. Peraturan Pemerintah No. 69 tentang Label dan Iklan Pangan

 

sumber:

//goresan-iendar.blogspot.co.id/2014/12/modul-pengetahuan-produk-product.html

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Pedoman, Prosedur dan Aturan Kerja

Prosedur Kerja, Tata Kerja, Dan Sistem Kerja

Prosedur kerja adalah tahapan dalam tata kerja tentang bagaimana mengelola sebuah pekerjaan, yang mengandung pengertian tentang apa, untuk apa, dan bagaiman pekerjaan harus diselesaikan.

Tata kerja adalah suatu cara yang ditempuh untuk mengatur sebuah pekerjaan agar terlaksana dengan baik dan efisien.

Contohnya :

Stabilitas : Maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan kerja.

Sistem Kerja adalah satu kesatuan antara tata kerja dan prosedur kerja sehingga membentuk suatu pola yang dapat dengan tepat menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Contohnya :

Stabilitas : maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan kerja.

Fleksibilitas : artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus luwes yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian tugas.

Pedoman Kerja

Pedoman kerja adalah suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pedoman kerja juga merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Pedoman kerja bertujuan antara lain sebagai berikut:

  1. Memperjelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
  2. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
  3. Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktik atau kesalahan administrasi lainnya.
  4. Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.
  5. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
  6. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
  7. Mengarahkan petugas atau pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
  8. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Pedoman kerja dibutuhkan pada kondisi-kondisi berikut ini.

  1. Sebelum suatu pekerjaan dilakukan.
  2. Ketika mengadakan penilaian apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak.
  3. Ketika terjadi revisi, jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.

Dengan adanya pedoman kerja terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh, yaitu antara lain:

  1. Alat pendidikan, terutama bagi pegawai baru.
  2. Alat untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
  3. Alat untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat.
  4. Alat untuk mengetur tata ruang kantor.
  5. Alat untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang bertumpuk.
  6. Alat perencanaan kerja dan pengembangnya di kemudian hari.
  7. Alat untuk mengadakan klasifikasi, uraian, dan analisis jabatan.
  8. Alat untuk menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh proses kerja.
  9. Alat untuk mempersiapkan mekanisme prosedur.

Aturan Kerja

Aturan kerja adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh perusahaan yang memuat hal-hal umum mengenai perilaku didalam bekerja. Aturan kerja berlaku bagi semua pegawai dan seluruh unsur yang terlibat dalam perusahaan, pimpinan perusahaan, atasan langsung dari pegawai dan pegawai atau staf secara keseluruhan. Berikut ini adalah contoh aturan kerja dalam perusahaan dan disesuaikan dengan peraturan dari departemen tenaga kerja dan transmigrasi.

1) Waktu dan Kehadiran Kerja

1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepaada kebutuhan perusahaan dengan                 memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.

2.Waktu kerja di perusahaan adalah 6 (enam) hari dalam satu minggu.

3.Jam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jm sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu.

4.Waktu dan jam kerja diperusahaan diatur sebagai berikut:

1.Nonoperasional

Hari Senin s/d Jumat:        jam      08.00 – 12.00

12.00 – 13.00 istirahat

Hari Sabtu                         jam      08.00 – 13.00

2.Operasional

Hari dan jam kerja pegawai operasional diatur sesuai dengan kebutuhan operasi perusahaan dengan bekerja dalam shift (pagi, siang, malam) berdasarkan jadwal kerja yang telah ditetapkan atasannya.

5.Jam istirahat tidak diperhitungkan sebagai jam kerja.

6.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)     jam seminggu dihitung sebagai kerja lembur.

7.Setiap perubahan jam kerja oleh perusahaan diberitahukan sebelumnya   kepada pegawai dengan tenggang waktu yang layak.

8.Bagi pegawai yang melakukan tugas tertentu untuk kepentingan perusahaan berlaku jam kerja tersendiri sesuai dengan sifat pekerjaan.

9.Setiap pegawai wajib hadir dan mulai bekerja pada waktu hadir yang ditetapkan oleh perusahaan.

10.Pegawai mencatatkan sendiri kehadirannya pada waktu hadir yang disediakan perusahaan setiap masuk ke danpulang daari tempat kerja. Pegawai yang menyuruh orang lain mencatatkan waktu hadirnya dianggap melakukan pelanggaran tata tertib.

11.Keterlambatan masuk kerja atau meninggalkan tempat kerja sebelum jam kerja berakhir dan ketidakhadiran sehari penuh dianggap sebagai pelanggaran tata tertib kecuali dengan ijin tertulis atasan langsung dengan alasan-alasan yang dapat diterima.

12.Pegawai yang tidak masuk kerja karena sakit atau karena alasan lain yang dapat diterima perusahaan, wajib memberitahukan kepada atasannya selambat-lambatnya pada saat yang masuk kerja. Apabila ketidakhadiran karena:

1. Sakit lebih dari 2 (dua) hari diwajibkan memberikan surat keterangan dokter sesegera mungkin atau setelah masuk kerja kembali.

2.Hal-hal lainnya, pegawai diwajibkan membuat pemberitahuan tertulis.

13.Pada waktu kerja pegawai diwajibkan memakai Kartu Tanda Pengenal Pegawai (ID Card) selama dalam lingkungan Perusahaan atau Papan Nama (Name Tag) yang ditempatkan sebelah kiri atas dari kemeja atau blouse untuk wanita. Setiap pegawai yang akan meninggalkan kantor atau tempat kerja atau tidak masuk kerja harus memperoleh izin dari bagian personalia sert mengisi formulir izin.

2) Pakaian Seragam

1.Pegawai tertentu yang tugasnya demi keseragaman diharuskan memakai pakaian kerja.

2.Pakaian kerja disediakan Perusahaan untuk periode kerja tertentu sesuai dengan standar kualitas perlengkapan kerja yang berlaku, dan diatur dalam peraturan tersendiri.

3.Setiap pegawai yang mendapatkan pakaian kerja/seragam diwajibkan mengenakannya selama waktu kerja.

4.Pada waktu kerja pegawai diwajibkan mengenakan pakaian kerja yang rapi dan sopan.

3) Keselamatan dan Kesehatan Kerja

1.Setiap pegawai diwajibkan ikut menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan keselamatan kerja maupun dilingkungan kerjanya.

2.Apabila pegawai menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap keselamatan pegawai dan perusahaan agar segera melaporkan kepada pimpina atau atasan.

3.Setiap pegawai wajib mempergunakan alat-alat keselamatan kerja dan juga mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan dan perlindungan kerja yang berlaku.

4.Setiap pegawai dilarang membawa, memindahkan dan meminjam kan alat/perlengkapan milik perusahaan tanpa izin yang berwenang.

4) Kewajiban Pokok Pegawai

1.Setiap pegawai wajib melaksanakan peritah/petunjuk dari atsan dengan penuh tanggung jawab.

2.Menaati tata tertib/peraturan perusahaan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku.

3.Memberikan keterangan/laporan yang sebenarnya mengenai pekerjaan kepada Perusahaan dalam hubungan dengan tugasnya.

4.Menyimpan dan menjaga kerahasiaan semua keterangan yang didapat dalam pelaksanaan pekerjaanya.

5.Memelihara dan menjaga barang-barang milik perusahaan yang digunakan atau dipercayakan kepadanya.

6.Mengemukakan saran-saran yang bermanfaat bagi perusahaan kepada atasannya ataupun melalui saluran yang ditetapkan untuk itu.

Sumber :

Pengertian Tata Kerja, Prosedur Kerja, dan Sistem Kerja

//pou-pout.blogspot.co.id/2013/07/pedoman-prosedur-dan-aturan-kerja_6.html

//pawanasutha.blogspot.co.id/2015/03/tata-kerja-prosedur-kerja-dan-sistem.html

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Sikap dan Perilaku Penjualan

Sikap dan Perilaku Penjual

1. Berlaku benar (Lurus)
Berperilaku benar merupakan ruh keimanan dan ciri utama orang yang beriman. Sebaliknya, dusta merupakan perilaku orang munafik. Seorang muslim dituntut untuk berlaku benar, seperti dalam jual beli, baik dari segi promosi barang atau penetapan harganya. Oleh karena itu, salah satu karakter pedagang yang terpenting dan diridhai Allah adalah berlaku benar.

2. Menepati Amanat
Menepati amanat merupakan sifat yang sangat terpuji. Yang dimaksud amanat adalah mengembalikan hak apa saja kepada pemiliknya. Orang yang tidak melaksanakan amanat dalam islam sangat dicela. Hal-hal yang harus disampaikan ketika berdagang adalah penjual atau pedagang menjelaskan ciri-ciri, kualitas, dan harga barang dagangannya kepada pembeli tanpa melebih-lebihkannya.

3. Jujur
Selain benar dan memegang amanat, seorang pedagang harus berlaku jujur. Kejujuran merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam jual beli karena kejujuran akan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan salah satu pihak. Sikap jujur dalam hal timbangan, ukuran kualitas, dan kuantitas barang yang diperjual belikan adalah perintah Allah SWT.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan proses pembelian, pada saat itu konsumen melakukan aktifitas-aktifitas seperti melakukan pencarian, penelitian, dan pengevaluasian produk. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Yang termasuk ke dalam perilaku konsumen selain mengenai kualitas produk, juga meliputi harga produk atau jasa tersebut. Jika harga suatu produk tidak terlalu tinggi, maka konsumen tidak akan terlalu lama membutuhkan waktu untuk memikirkan dan melakukan aktifitas perilaku konsumen. Namun jika harga suatu barang atau jasa tersebut bisa dibilang tinggi, atau mahal, maka konsumen tersebut akan memberikaneffort lebih terhadap barang tersebut. Pembeli tersebut akan semakin lama melakukan perilaku konsumen, seperti melihat, menanyakan, mengevaluasi, dan mempertimbangkan.

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:

1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan

2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen

3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin

4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:

1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik

2. Konsumen memilih barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas

3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen

1. Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.
Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.

2. Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.
Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi.
Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.

3. Faktor Pribadi

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu.
Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang ).
Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.
Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek.

4. Faktor Psikologis

Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.
Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.
Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi:

– Perhatian yang selektif

– Gangguan yang selektif

– Mengingat kembali yang selektif

Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

5. Faktor Marketing Strategy

Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah :

1) Barang,

2) Harga

3) Periklanan

4) Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek.
Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi.
Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.

Karakter Konsumen

1. Berpikir Jangka Pendek
Ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit diajak berpikir jangka panjang salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba Instan.Makanya produk semacam Extra Joss,Hemaviton Jreng,Indomie dan lain sebagainya laris manis. 

2. Tidak Terencana
Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu.Sekalipun sudah,tapi mereka akan mengambil keputusan pada saat-saat terakhir.kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan konsumen nomer satu.Namun jika kebiasaan pertama tidak melihat jauh ke depan,kebiasaan kedua ini tidak menyiapkan sesuatu jauh di belakang.

3. Suka Berkumpul
Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita,sampai adalah istilah “mangan ora mangan ngumpul” dalam masyarakat jawa.
Strategi paling efektif untuk karakter ini adalah strategi komunikasi Word of mouth,ini terbukti dari riset para pembeli rumah lewat KPR,awarenness tertinggi konsumen terhadap produk KPR bukanlah berasal dari iklan atau brosur,tetapi justru datang dari teman atau relasi.Hal serupa juga terjadi dalam pembelian minyak pelumas. 

4. Gagap Teknologi
Rendahnya penetrasi teknologi tinggi di indonesia menunjukkan bahwa mayoritas konsumen kita relatif masih “gaptek” sehingga adopsi terhadap suatu teknologi relatif jauh lebih lambat.
Rendahnya tingkat penetrasi produk teknologi tinggi ini berhubungan erat dengan dengan tingkat pendidikan masyarakat kita.Namun,jangan pesimis dulu.Sebab,konsumen yang berusia muda kini lebih adaptif dengan teknologi baru karena dorongan arus globalisasi.
Sayangnya,daya beli mereka tidak begitu tinggi.Untuk mengatasi masalah daya beli ini,pemasar bisa mengusung strategi PRICE BUNDLING,seperti yang di lakukan Frent,Esia,Flexi dan yang lainya.Bisa juga dengan mempermudah penggunaanya,seperti yang dilakukan oleh Nokia.

5. Orientasi pada Konteks
Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya.Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.
Tiga ciri spesifik konsumen kita dalam menyerap informasi.Pertama,memiliki minat baca yang rendah.kedua,memilih segala sesuatu-baik dari membaca atau menonton- yang ringan dan menghibur.Ketiga,mudah diubah persepsinya.

6. Suka Merek Luar Negeri
Penjajahan selama berabad-abad,mau tidak mau memang membuat bangsa Inonesia sering memandang inferior terhadap diri sendiri atau bisa juga karena sifat gengsi sehingga membuat merek-merek dari luar negeri begitu mendominasi pasar Indonesia dibandingkan merek lokal.
Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar
negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di indonesia.

7. Religius
Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama.Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya.Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama,ulama atau pendeta.Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama.

8. Gengsi
Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi.Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya.
Saking pentingnya urusan gengsi ini,mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun.
Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih
melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas.
Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.

9. Budaya Lokal
Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri,namun unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi.Ini bukan berarti brtentangan dengan hukum perilaku yang lain.Pada produk-produk tertentu,ada hal yang bersifat lokal yang memang harus diperhatikan.

10. Kurang Peduli Lingkungan
Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurang pedulian mereka terhadap isu lingkungan.Tetapi jika melihat prospek kedepan,kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat,terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah-atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan,lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

Sumber :

//ciputrauceo.net/blog/2015/6/11/perilaku-konsumen

//top-studies.blogspot.co.id/2015/12/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

//m22zaki.blogspot.co.id/

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

SOP Penataan Produk

Pengertian SOP

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir

SOP Penataan Produk Dari Suatu Perusahaan

Cara penataan produk di Supermarket
Cara-cara dalam penataan produk supermarket diantaranya adalah :

1. Barang supermarket yang akan ditempatkan hendaknya berurutan terdiri atas beberapa jenis barang , antara lain:
• Barang yang sangat dibutuhkan oleh konsumen
• Barang yang sama dan efisien penggunaannya
• Barang yang sedang trend
• Barang yang berkualitas baik
• Barang yang berprestasi
2. Brand blocking secara vertical

Brand bloking secara vertical, yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet kea rah vertical atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara vertical.
Penempatan barang secara vertical berarti penempatan barang:
a. dari atas kebawah secara sistematis
b. disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
c. barang disusun sesuai ukuran, dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
d. warna barang disusun dari warna muda sampai tua atau sebaliknya
e. harga barang diletakkan dari yang termurah sampai ke yang termahal atau sebaliknya
f. barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, katagori, bentuk, dan sifatnya.

Tata Letak Rak Display

A. Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan dengan berbagai display, seperti berikut:

1. Shelving (rak)

Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari. Misalnya pasta gigi, sampo, sabun cuci,dsb.
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi sampo Deodorant
Gambar penempatan produk secara vertical

2. Gondola

Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang berupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu kotak, dsb.

B. Brand blocking secara horizontal

Brand blocking secara horizontal, yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus terlihat dari depan. Jarang digunakan di supermarket karena tidak efisien, penempatan barang seperti ini sulit dijangkau oleh pembeli.
Berikut kelemahan dari Brand blocking secara horizontal:
a. Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
b. Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual
c. Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas
d. Memberikan kesan yang tidak beraturan
Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi
Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi
sampo sampo sampo sampo sampo

Penataan dan Perlengkapan Display

A. PENATAAN PRODUK FASHION

SOP dalam penataan produk fashion untuk visual merchandising langkah – langkahnya adalah pengetahuan prinsip penataan, pelabelan, dan pendisplayan.

1. Prinsip penataan barang fashion

Prinsip barang fashion meliputi penataan barang baru, penataan barang yang tidak lengkap, wagon display, penggunaan fixture kombinasi antara rak – rak T – stand, penggunaan bracket dan hook khusus di pilar apabila stok barang sedang dalam keadaan menurun atau sedikit, pemajangan sepatu dan sandal pria wanita, pemajangan sepatu anak, pemajangan sepatu bayi, pemajangan tas, pemajangan ikat pinggang dan pemajangan aksesori.

2. Labelling

Langkah pertama dalam melakukanvisual merchandising dengan pendisplayan barang fashion adalah pelabelan. Setiap barang yang datang ke gudang, baik dari DC maupun dari suplier (pemasok) harus melalui proses pelabelan (menempelkan label pada harga tag).

3. Display

Langkah kedua dalam visual merchandising penataan barang fashion adalah pendisplaan. Langkah – langkah pen display an produk fashion diantaranya adalah penentuan kriteria, teknik pemajangan, dan penggunaan lemari kaca atau showcase.

4. Alat bantu display fashion

Alat bantu display produk fashion adalah sebagai berikut :

Fixture, t-stand, gawang, hanger, dress making, swastika showcase, hambalan, wagon, table presentation, manequine, torso, platform, water fall, back wall, fitting room, bracket, single hook

  1. GAWANG

Gawang adalah media untuk menggantung  hanger  yang bentuknya mirip dengan gawang yang biasanya terdapat dala sebuah toko atau tempat penjualan

1-gawang

  1. HANGER JEPIT

Hanger Jepit adalah hanger yang biasanya digunakan untuk memajang celana,rok,boxer. Dengan menjepitkan sisi bagian kanan dan kiri pakaian pada penjepit yang ada.

2-hanger

  1. T-STAND

T-Stand adalah media untuk  menggantung  hanger  yang berbentuk T.

3-t-stand

  1. STANDING TAS

Standing Tas adalah media untuk mendisplay atau menggantung tas tangan yang terbuat dari besi.

4-standing-tas

  1. WAGON

Wagon adalah box besar  yang digunanakan untuk mendisplay barang yang harganya murah (obral).

5-wagon

  1. TORSO

Torso adalah patung setengah badan yang digunakan untuk mendisplay produk fashion.

torso

 

  1. MANEQUINE

Manequine adalah patung seluruh badan (full body).

7-manequinne

  1. MANEQUINE DRESS

Manequine Dress adalah patung yang digunakan untuk mendisplay dress.

8-manequine-dress

  1. SHOWCASE

Showcase adalah pendingin yang menempel ditembok di pergunakan untuk pendingin priduk sosis dan dairy (produk yang expiredate-nya pendek).

9-showcase

  1. HAMBALAN

Hambalan adalah kayu yang letaknya di bawah sebagai dasar peralatan display
10-hambalan

  1. BACK WALL

Back Wall adalah dinding yang dapat digunakan untuk memajang barang.

11-backwall

  1. BRACKET

Bracket  adalah sebuah alat penyangga televisi plat, yang bisanya dipasang didinding, pilar (tiang), dan Dak (langit-langit). Dengan hanya menggunakan beberapa skrup baut yang di pasang diantara alat tersebut.Alat ini mampu menahan beban yang lebih berat darinya, dengan menggunakan plat baja yang telah di modifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik saat di pasangkan dengan televisi plat.

12-bracket

  1. FITTING ROOM

Fitting Room adalah sebuah tempat atau ruangan yang disediakan oleh sebuah toko atau tempat penjualan dan diperuntukan kepada para pengunjung untuk mencoba pakaian yang ingin atau akan dibelinya.

13-fitting-room

  1. WATERFALL

Waterfall adalah alat untuk menggantungkan pakaian yang berbentuk seperti braket yang mempunyai sekat-sekat untuk menggantungkannya.

Tata Letak Rak Produk

Pertama, buatlah tema diskon dalam waktu-waktu tertentu, lebih baik dilakukan secara berkala dan lebih sering. Diskon (SALE) akan merangsang pelanggan untuk datang, kadang menjadi motivasi untuk melihat-lihat ke toko atau minimarket. Dalam menampilkan tema DISKON, buatlah dengan tulisan atau gambar yang menarik  perhatian dan mudah terlihat. Orang yang tidak berniat belanja kadang tergodadengan sesuatu berbau diskon.

Kedua, buatlah penataan barang yang memudahkan bagi pelanggan untuk melihat dan mengambil. Penataan barang tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada kalkulasi tertentu. Semakin gampang  dan membantu pelanggan mengaksesnya, peluang pelanggan membeli semakin besar pula.

Ketiga, letakkan item produk seperti makanan segar, buah-buahan, bunga atau produk yang membangkitkan selera di depan pintu atau dekat tempat pembayaran. Orang punya kecenderungan tertarik pada sesuatu yang menyegarkan dan memancing selera. Efeknya, kalau keranjang atau tas belanjaan kosong dan didepan pembayaran ada sesuatu yang menarik, akan merangsang pelanggan membelinya.

Keempat, produk kebutuhan pokok diletakkan di bagian belakang toko/minimarket. Dengan rancangan sedemikian rupa, setiap pelanggan yang hendak membelinya, pastikan berjalan melewati produk-produk lain yang tidak dibutuhkan tiap hari. Kebutuhan pokok adalah alasan utama untuk datang ke toko atau minimarket, kalau produk lainnya  tidak di pasang dijalur yang tepat, pelanggan tidak akan tahu bahwa barang tersebut dijual di toko/minimarket anda.

Kelima, buatlah alur arus dari pintu masuk sampai ke pembayaran, sedapat mungkin melewati semua produk yang dijual, dan diupayakan pula pelanggan fokus pada pencarian produk  yang ingin dibeli dengan tanpa mengorbankan aspek kemudahan pencarian.

Keenam, Letakkan item produk sejajar dengan pandangan mata, minimal tidak terlalu tinggi yang membutuhkan cara ekstra untuk melihat detail produk.

Ketujuh, buat pula letak dan sudut pandang yang nyaman untuk anak-anak, terutama untuk produk yang menyasar anak-anak seperti mainan, makanan ringan, susu, vitamin dan lain lain.

Delapan, letakkan contoh/sample produk yang baru (new products) di depan dekat pintu masuk atau ditengah-tengah antar rak atau tempat yg mudah dilihat dari berbagai sudut. Ini untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang baru, fresh dan mengesankan bahwa toko anda selalu update barang. Bagi pelanggan yang sudah terbiasa mengoleksi barang tertentu, akan memudahkan pencarian.

Sembilan, letakkan barang ditempat atau rak yang mudah dijangkau oleh tangan pelanggan, jangan sampai butuh bantuan alat khusus atau bantuan penjaga hanya untuk melihatnya secara detail. Kemudahan mengambil dan melihat berpengaruh positif pada pembelian.

Sepuluh, perhatikan warna cat toko atau minimarket anda. Warna mempengaruhi mood/minat pelanggan toko anda. Orang-orang akan tertarik pada warna hangat seperti merah, orange, kuning. Kadang bagus juga dengan warna kalem seperti biru atau hijau. Anak-anak akan senang dengan warna-warna cerah. Tentunya strategi warna itu dipengaruhi oleh segmen dari toko atau minimarket anda.

Sebelas, berilah toko anda alunan musik, jangan terlalu keras yang menggangu pendengaran pelanggan. Jenis musik disesuaikan dengan jenis toko anda. Akan terlihat lucu, toko atau minimarket yang menjual produk berbau religi, namun musik yang mengalun adalah tipe hard rock !.

Dua belas, perhatikan ukuran toko anda. Toko atau minimarket yang terlalu sempit dan terkesan ruwet akan membuat pelanggan kesal dan enggan pembelian lebih banyak. Berdesak-desakan akan mengesankan toko/minimarket anda laku keras/laris. Namun kalau setiap hari seperti itu akan mengurangi kenyamanan pelanggan.

Tigabelas, buatlah penawaran diskon atau harga tertentu dengan pembatasan waktu. Pembatasan waktu ini memacu orang untuk datang agar tidak ketinggalan momen. Datangnya pelanggan membuka peluang untuk pembelian produk lain.

Empat belas, tempat yang paling menguntungkan adalah lokasi dekat pembayaran. Saat menunggu membayar, banyak waktu digunakan pelanggan untuk melihat sekelilingnya. Letakkan dekat lokasi ini produk seperti koran, majalah atau permen. Produk-produk ini cocok untuk pikiran orang-orang yang sedang menunggu.

Terakhir, gunakan kartu pelanggan untuk membangun loyalitas pelanggan. Kartu ini juga dapat digunakan juga sebagai penghargaan dan kemudahan untuk pelanggan.

Pertama, buatlah tema diskon dalam waktu-waktu tertentu, lebih baik dilakukan secara berkala dan lebih sering. Diskon (SALE) akan merangsang pelanggan untuk datang, kadang menjadi motivasi untuk melihat-lihat ke toko atau minimarket. Dalam menampilkan tema DISKON, buatlah dengan tulisan atau gambar yang menarik  perhatian dan mudah terlihat. Orang yang tidak berniat belanja kadang tergodadengan sesuatu berbau diskon.

Kedua, buatlah penataan barang yang memudahkan bagi pelanggan untuk melihat dan mengambil. Penataan barang tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada kalkulasi tertentu. Semakin gampang  dan membantu pelanggan mengaksesnya, peluang pelanggan membeli semakin besar pula.

Ketiga, letakkan item produk seperti makanan segar, buah-buahan, bunga atau produk yang membangkitkan selera di depan pintu atau dekat tempat pembayaran. Orang punya kecenderungan tertarik pada sesuatu yang menyegarkan dan memancing selera. Efeknya, kalau keranjang atau tas belanjaan kosong dan didepan pembayaran ada sesuatu yang menarik, akan merangsang pelanggan membelinya.

Keempat, produk kebutuhan pokok diletakkan di bagian belakang toko/minimarket. Dengan rancangan sedemikian rupa, setiap pelanggan yang hendak membelinya, pastikan berjalan melewati produk-produk lain yang tidak dibutuhkan tiap hari. Kebutuhan pokok adalah alasan utama untuk datang ke toko atau minimarket, kalau produk lainnya  tidak di pasang dijalur yang tepat, pelanggan tidak akan tahu bahwa barang tersebut dijual di toko/minimarket anda.

Kelima, buatlah alur arus dari pintu masuk sampai ke pembayaran, sedapat mungkin melewati semua produk yang dijual, dan diupayakan pula pelanggan fokus pada pencarian produk  yang ingin dibeli dengan tanpa mengorbankan aspek kemudahan pencarian.

Keenam, Letakkan item produk sejajar dengan pandangan mata, minimal tidak terlalu tinggi yang membutuhkan cara ekstra untuk melihat detail produk.

Ketujuh, buat pula letak dan sudut pandang yang nyaman untuk anak-anak, terutama untuk produk yang menyasar anak-anak seperti mainan, makanan ringan, susu, vitamin dan lain lain.

Delapan, letakkan contoh/sample produk yang baru (new products) di depan dekat pintu masuk atau ditengah-tengah antar rak atau tempat yg mudah dilihat dari berbagai sudut. Ini untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang baru, fresh dan mengesankan bahwa toko anda selalu update barang. Bagi pelanggan yang sudah terbiasa mengoleksi barang tertentu, akan memudahkan pencarian.

Sembilan, letakkan barang ditempat atau rak yang mudah dijangkau oleh tangan pelanggan, jangan sampai butuh bantuan alat khusus atau bantuan penjaga hanya untuk melihatnya secara detail. Kemudahan mengambil dan melihat berpengaruh positif pada pembelian.

Sepuluh, perhatikan warna cat toko atau minimarket anda. Warna mempengaruhi mood/minat pelanggan toko anda. Orang-orang akan tertarik pada warna hangat seperti merah, orange, kuning. Kadang bagus juga dengan warna kalem seperti biru atau hijau. Anak-anak akan senang dengan warna-warna cerah. Tentunya strategi warna itu dipengaruhi oleh segmen dari toko atau minimarket anda.

Sebelas, berilah toko anda alunan musik, jangan terlalu keras yang menggangu pendengaran pelanggan. Jenis musik disesuaikan dengan jenis toko anda. Akan terlihat lucu, toko atau minimarket yang menjual produk berbau religi, namun musik yang mengalun adalah tipe hard rock.

Dua belas, perhatikan ukuran toko anda. Toko atau minimarket yang terlalu sempit dan terkesan ruwet akan membuat pelanggan kesal dan enggan pembelian lebih banyak. Berdesak-desakan akan mengesankan toko/minimarket anda laku keras/laris. Namun kalau setiap hari seperti itu akan mengurangi kenyamanan pelanggan.

Tigabelas, buatlah penawaran diskon atau harga tertentu dengan pembatasan waktu. Pembatasan waktu ini memacu orang untuk datang agar tidak ketinggalan momen. Datangnya pelanggan membuka peluang untuk pembelian produk lain.

Empat belas, tempat yang paling menguntungkan adalah lokasi dekat pembayaran. Saat menunggu membayar, banyak waktu digunakan pelanggan untuk melihat sekelilingnya. Letakkan dekat lokasi ini produk seperti koran, majalah atau permen. Produk-produk ini cocok untuk pikiran orang-orang yang sedang menunggu.

Terakhir, gunakan kartu pelanggan untuk membangun loyalitas pelanggan. Kartu ini juga dapat digunakan juga sebagai penghargaan dan kemudahan untuk pelanggan.

  1. Floor display

    Pemajangan barang dagangan yang disusun langsung di lantai tanpa menggunakan rak apapun. Floor diplay sering kita lihat pada hypermarket, karena disana memiliki area yang luas, sehingga display barang di lantai tidak mengganggu arus barang/konsumen. Selain itu perlu diperhatikan : a) diberi alas palet agar produk paling bawah tidak rusak saat proses pembersihan lantai; b) ukuran susunan P x L x T barang yang disusun tidak lebih dari satu meter3 ; c) barang yang disusun adalah produk yang sama; d) ditempatkan di lokasi yang strategis sehingga mudah dilihat dan tidak mengganggu arus barang / konsumen; e) Menambahkan Point of Purcase yang menarik.

  1. Vertical Display

    Pemajangan barang dagangan secara vertikal ke atas. Jenis display ini dapat dilakukan dengan rak gondola wall/island. Aturan display ini adalah: a) barang yang disusun merupakan satu produk yang sama dengan ukuran kemasan berbeda; b) produk dengan ukuran kemasan besar diletakkan di rak selving paling bawah, dan rak selving diatasnya dengan ukuran kemasan lebih kecil; c) perhatikan komposisi warna kemasan (letakkan produk dengan hadap yang sama)

  1. Wall Display

    Penataan produk di rak dengan posisi menempel di dinding. Biasanya digunakan untuk produk fashion / aksesoris. Rak yang digunakan adalah Slat wall rack.

  1. “Impulse Buying” Display

    Display ini semacam “pameran” barang di tempat strategis, sering dilalui konsumen dan mudah terlihat, sehingga konsumen tertarik untuk membeli. Display ini biasanya diletakkan di rak end gondola atau juga rak display dekat kasir.

  1. Merchandise Mix Display

    Pemajangan produk dengan memanfaatkan hubungan komplementer, yaitu memajang secara berdekatan antara barang yang biasanya digunakan bersama. Misalnya spagety degan saos; kopi dengan gula; minuman dengan cemilan. Sehingga konsumen akan tertarik untuk membelinya sekaligus.

  1. Cut Cases Display

    Pemajangan barang dengan menumpuk tanpa mengeluarkan produk dari kemasan karton, tetapi hanya memotong setengah kemasan kartonnya sehingga produk dapat terlihat walau disusun menumpuk. Display ini biasanya digunakan untuk minuman / makanan dalam botol dan kaleng.

  1. Jumble Display

    Display ini dikenal juga dengan display promo. Produk dengan berbagai macam merk dan jenis ditempatkan pada rak promo, serta diletakkan di lokasi terbuka. Konsumen bebas mengaduk-aduk barang untuk memilih.

Sumber :

//muntilaa.000webhostapp.com/2017/11/pp-bab-4-komunikasi-diperusahaan

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

SOP Komunikasi di Perusahaan

SOP Komunikasi Perusahaan

  1. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten
  2. Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
  3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
Dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan
  1. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten
  2. Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
  3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
Dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan

Pengertian Diskonfirmasi

Menurut Sumarwan (2003), diskonfirmasi adalah Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen merupakan dampak dari perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan yang sesungguhnya diperoleh konsumendari produk yang dibelinya tersebut. Menurut Balqiah (2002) diskonfirmasi adalah Perbedaan antara kenyataanyang diterima dengan harapan beberapa atribut pelayanan yang dirasakan selama penerbangan. Pelanggan memiliki harapan mengenai bagaimana produk atau jasa tersebut seharusnya berfungsi ( performance expectation), harapan tersebut adalah standar kualitas yang akan dibandingkan dengan fungsi atau kualitas produk yang sesungguhnya dirasakan pelanggan.

Penanganan Diskonfirmasi

1. Empati dengan konsumen
Empati dengan kemarahan konsumen merupakan hal yang penting pada penanganan keluhan konsumen. Manajemen dapat memperoleh empati dari konsumen dengan menyediakan lebih banyak waktu untuk mendengarkan keluhan konsumen.

2. Kecepatan memberikan tanggapan
Kecepatan merupakan hal yang krusial dalam penanganan keluhan konsumen. Bila konsumen mengajukan keluhan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka besar kemungkinan konsumen akan tidak puas dan tidak dapat diubah menjadi puas dengan layanan perusahaan.

3. Keseimbangan tanggapan
Perusahaan dapat menanggapi keluhan konsumen dengan tiga cara:
1) Mengabaikan
2) Memberikan kompensasi yang berlebihan
3) Secara seimbang mengganti kerugian atas ketidakpuasan konsumen.
Tanggapan yang terbaik atas keluhan konsumen adalah memperbaiki kualitas produk ke tingkat kualitas yang diharapkan konsumen sebelum melakukan pembelian sehingga konsumen mendapatkan kepuasan sebesar kepuasan semula.

4. Kemudahan menghubungi perusahaan
Dalam era globalisasi karena komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang mutlak dipenuhi. Dengan membuka suatu jalur komunikasi konsumen akan dengan mudah menghubungi perusahaan. Walaupun dalam kenyataan unsur biayanya besar, tapi akan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk menciptakan goodwill di mata konsumen dalam jangka panjang.

Sumber :
<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Sinyal-sinyal Calon Pelanggan

  1. Mengidentifikasi Sinyak Keputusan dari Calon Pelanggan

    Mengidentifikasi sinyal keputusan calon pelanggan dalan melakukan pembelian produk, barang atau jasa memiliki beberapa alasan, yaitu sebagai berikut :

    1. Alasan ekonomis
    alasan ekonomis dalan mengidentifikasi sinyak keputusan calon pelanggan berarti berhubungan dengan masalah harga produk,untung rugi,kemampuan,dan penghasilan dari pelanggan.
    2.Alasan biologis
    alasan biologis menjadi faktor sinyal-sinyal keputusan calon pelanggan dalam pembelian produk barang dan jasa,karena kebutuhan jasmaninya contoh : seseorang membeli makanan dan minuman.
    3.Alasan sosiologis
    dalam hal ini calon pelanggan memberikan sinyal-sinyal untuk memutuskan membeli sebuah produk karena pengaruh individu di lingkungan tempat tinggal mereka.
    4.Alasan psikologis
    alasan psikologis artinya kejiwaan yg ada pada diri masing-masing calon pelanggan. Contoh : seseorang memutuskan membeli pakaian yang berkualitas tinggi dengan harga yg mahal karna ingin dihargai.
    5.Alasan agama atau kepercayaan 
    Para pengusaha harus dapat mengidentifikasi sinyal-sinyal dari calon pelanggan dan memusatkan suatu pasar tertentu. maksudnya adalah menggolongkan para calon pelanggan tersebut menurut kepercayaan daerah,geografis,jenis kelamin, dan minatnya.

    PENDEKATAN DALAM MENGIDENTIFIKASI

    1.Pendekatan Perkenalan
    cara ini dilakukan agar pelanggan merasa akrab dengan penjual atau pramuniaga. dengan demikian pelanggan akan dengan senang hati mendengarkan tawaran yang diberikan oleh penjual.
    2.Pendekatan Ingin Mengetahui
    Pendekatan ingin mengetahui adalah pendekatan yang membuat calon pelanggan ingin mengetahui produk yang ditawarkan karena tenaga penjual tidak menunjukan isi,rasa, dan manfaat prodik atau barang tersebut.
    3.Pendekatan Produk atau Jasa
    Pendekatan produk atau jasa adalah pendekatan yang dilakukan dengan memberikan sampel produk kepada pelanggan secara cuma cuma untuk meyakinkan pelanggan akan produk tersebut, sehingga pelanggan tertarik untuk membelinya.
    4.Pendekatan Manfaat Produk atau jasa
    Pendekatan dengan menunjukan manfaat produk kepada pelanggan, dengan tujuan agar calon pelanggan memutuskan untuk membeli produk tersebut.
    5.Pendekatan Pujuan
    Penjual memberikan pujian kesesuaian dengan penggunaan produk yang ditawarkannya.
    6.Pendekatan Peragaan
    Yaitu pendekatan dengan cara penjual meragakan produk atau barang yang ditawarkannya.
    7.Pendekatan Pernyataan
    Pendekatan ini dilakukan cara membuat pernyataan agar dapat dibaca atau didengar  oleh pelanggan.
    8.Pendekatan Pertanyaan
    Merupakan pendekatan dengan mengajukan pertanyaan yang disusun sedemikian rupa, agar calon pelanggan tertarik untuk membelinya.
    9.Pendekatan Kejuatan
    Pendekatan kejutan dilakukan dengan cara membuat kejutan atau semacam promosi  kepada calon pelanggan.
    10.Pendekatan Premium 
    Adalah pendekatan dengan menjanjikan pemberian hadiah kepada calon pelanggan, bila bersedia memutuskan membeli produk atau barang yang ditawarkan

  2. Bahasa tubuh pelayanan dalam penjualan 

    Dalam pergulatan di dunia bisnis, memang kita perlu meyakinkan kepada pelanggan atau calon pelanggan kita untuk memperkenalkan produk akan dijual. Tingkat kepercayaan seorang konsumen dapat dilihat dari bagaimana cara kita melayani. Dengan menggunakan bahasa tubuh yang baik, dapat memberikan keyakinan terhadap konsumen kita.

    Meskipun anda tidak bertugas di bagian staf khusus dalam penjualan, anda harus menguasai beberapa bahasa tubuh ketika masuk dalam dunia marketing.

    Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang harus anda pelajari ketika anda terjun dalam bidang marketing, antara lain:

    1. Tatapan mata yang meyakinkan

      Dengan bahasa tubuh kontak mata mata ini menjadi salah satu bahasa tubuh yang paling penting. Ketika anda menawarkan produk atau layanan kepada konsumen, kontak mata mata akan mempengaruhi. Misalnya jika anda sedang berkomunikasi, lalu tatapan mata anda mengarah ke tempat lain, dengan bahasa tubuh ini pastinya pelanggan akan merasa terabaikan. Itu merupakan tindakan yang tidak baik. Sebaiknya anda fokus terhadap pandangan mata konsumen, tataplah dengan tajam, maka energi keyakinan akan tumbuh disitu dan mendapatkan kesan yang baik oleh pelanggan.

    2. Berjalan dengan mantap dan semangat

      Ketika anda berjalan di ruang atau lokasi anda usaha, di toko, di kantor atau entah itu di mana tempatnya, lalu ketika calon pembeli masuk, janganlah anda menampilkan kesan malas dan enggan untuk menghampiri pembeli. Bahasa tubuh anda harus menunjukan rasa semangat dan menumbuhkan energi yang positif. Ketika melakukan bahasa tubuh ini, anda jangan berlebihan, cukup dengan menunjukan bahwa anda antusias dalam melakukan pekerjaan yang anda lakukan dan menyambut pembeli di tempat anda, ini sudah menunjukan bahasa tubuh yang baik. Lalu berjabat tanganlah dengan pembeli dan membungkukan badan agar memberikan kesan yang ramah.

    3. Senyum yang ramah

      Dalam melakukan aktifitas dalam dunia bisnis, kita perlu harus melakukan bahasa tubuh profesional. Ketika anda menyambut pembeli yang sedang datang, berikan senyuman ramah agar pembeli merasakan kenyamanan ketika ingin berkomunikasi atau membahas barang yang akan dibelinya. Meskipun hati anda sedang kacau, tapi ketika anda berhadapan dengan pembeli hendaknya jangan menampilkan kemuraman, sebab itu akan memberika kesan negatif terhadap pembeli. Dengan bahasa tubuh ini, pembeli akan merasakan kebebasan dalam memilih produk.

    4. Langkah cepat dan sigap 

      Bahasa tubuh yang satu ini sangat penting anda lakukan. Jika ada pelanggan yang mengalami kesulitan ketika memilih atau mencoba produk yang ingin di belinya, hendaknya anda sigap membantunya. Misalnya ketika seorang membeli motor, hendaknya anda dengan sigap menyalakan dan menyiapkan motor agar siap di coba oleh calon pembeli. Walau bahasa tubuh ini merupakan hal yang sederhana, namun itu akan menunjukan kepedulian terhadap pelanggan, membuat pelanggan nyaman.

    Jika anda menginginkan usaha anda terpandang dan banyak yang menyukai, berikanlah layanan yang terbaik untuk para calon pembeli dan pelanggan gunakan bahas tubuh yang baik. Dengan bahasa tubuh yang baik, akan memberikan dampak yang positif bagi konsumen, karena ini menjadi penentu seorang pembeli untuk memutuskan lanjut atau tidak. Jadi, gunakanlah bahasa tubuh yang baik untuk hasil terbaik.

  3. Respon konsumen

    Setiap konsumen melakukan pembelian terhadap produk-produk tertentu dengan harapan tertentu mengenai apa yang akan dilakukan oleh produk atau jasa bersangkutan ketika digunakan dan kepuasan merupakan hasil yang diharapkan. Respon atau tanggapan dari konsumen setelah mengkonsumsi produk barang atau jasa, banyak dipengaruhi oleh karakteristik dari tiap konsumen yang bersangkutan. konsumen yang memiliki karakteristik berpendapatan tinggi, usia muda, dan berpendidikan tinggi akan mempunyai respon yang berbeda dengan konsumen yang karakteristiknya berpendapatan rendah, usia tua, dan berpendidikan rendah, walaupun menilai suatu benda yang sama.
    Setiap perusahaan menginginkan produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. Bahkan jika ada pesaing, produknya ingin lebih unggul dari pada produk yang diterima oleh konsumennya. Perusahaan perlu mengetahui respon konsumen terhadap produk yang dia pasarkan. Banyak perusahaan yang melakukan riset pemasaran berkala untuk melihat kondisi pasar dan kinerjanya termasuk melihat respon yang diberikan oleh konsumen, apakah konsumen telah puas dengan segala strategi pemasaran yang perusahaan tawarkan atau masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.
    Konsumen yang tidak puas akan suatu produk akan memberikan responnya dalam tiga kategori:
    1. Respon suara, misalnya minta ganti rugi dari penjual
    2. Respon pribadi, misalnya komunikasi lisan yang negatif kepada orang lain mengenai kekurangan produk tersebut.
    3. Respon pihak ke tiga, misalnya mengambil tindakan hukum.
    Kepuasan dan tindakan konsumen harus mendapat tanggapan dari produsen untuk tetap menjalankan kelangsungan hidup perusahaan. Loyalitas dari seorang konsumen yang puas akan hasil dari suatu produk berupa barang atau jasa merupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan, oleh karena itu, puas tidaknya konsumen terhadap suatu produk harus terus dipantau dan diukur oleh perusahaan. Cara-cara berikut ini banyak digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan:
    1.    Sistem Keluhan dan Saran
    Organisasi yang berwawasan pelanggan akan membuat mudah pelanggannya memberikan saran atau keluhan.
    2.    Survey kepuasan pelanggan
    Perusahaan tidak dapat beranggapan bahwa sistem keluhan dan saran dapat menggambarkan secara lengkap kepuasan dan kekecewaan pelanggan. Perusahaan yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survey berkala. Perusahaan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon suatu kelompok dari pembeli mereka untuk mengetahui tanggapan dan perasaan mereka terhadap berbagai aspek kinerja perusahaan. Perusahaan juga menanyakan pendapat pembeli terhadap kinerja pesaingnya. Konsep kepuasan pelanggan merupakan konsep mendasar dalam pemasaran sejak strategi pemasaran diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

 

sumber:
//www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-respon-konsumen-dan-kepuasan.html
//blog.pekku.com/bahasa-tubuh-marketing/

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Pengelompokan Barang Dagangan (Product Groupings)

Kegiatan PBD (Merchandiser)

MD atau Merchandiser Display adalah salah satu bagian dari team promosi yang bertugas mendisplay atau memajang produk di etalase toko dengan baik.

Produk yang tertata rapi di etalase selain sedap dipandang mata juga akan meningkatkan penjualan jika produk ditata sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau dan ditemukan oleh pembeli.

Inilah yang melatar belakangi kenapa bagian merchandiser display(MD)  itu ada. Seringkali ketika pembeli pergi ke sebuah minimarket untuk membeli suatu produk tertentu tetapi ketika sampai disana, ia melihat pajangan produk lain yang tertata rapi maka bisa jadi keinginannya akan berubah.

Tugas Merchandiser Display  tidak hanya bertugas di modern market tetapi juga di retail, di pasar-pasar tradisional akan kita lihat pajangan shampo, deterjen, pelembut pakaian yang tertata rapi. Itu juga hasil kerja Mercandiser Display.

Selain itu tugas Merchandiser Display (MD) lainnya adalah memasang alat promosi produk seperti striker, spanduk, banner dan lain sebagainya sebagai bentuk promosi “di darat” untuk menunjang promosi produk yang telah dilakukan “di udara” lewat iklan di TV, radio atau internet.

Untuk lebih jelasnya berikut ini rincian tugas dan tanggung jawab Merchandiser display (MD) serta kualifikasi yang dibutuhkan bagi yang ingin bekerja di bidang ini:

A. Tugas dan tanggung jawab seorang Merchandiser Display (MD)

  1. Memajang, mendisplay, merapikan dan menata produk
  2. Menjaga kebersihan produk yang dipajang
  3. Menjalankan semua progam promosi perusahaan
  4. Membantu menjaga stok produk dan memperlebar shelving di etalase toko modern market/tradisional market
  5. Membuat hasil laporan yang ditentukan oleh perusahaan
  6. Menjalankan tugas kunjungan ke toko sesuai dengan rencana kerja
  7. Memberikan informasi tentang produk baru

B. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi Merchandiser Display (MD)

  1. Pendidikan minimal SMU
  2. Memiliki kendaraan roda dua sendiri
  3. Mampu berkomunikasi dengan baik
  4. Mengetahui dan menguasai area kerja
  5. Rajin, ulet, cekatan, agresif, kreatif dan insiatif
  6. Rapih dalam berpakaian dan berpenampilan

Sebagai bagian dari team promosi pabrik, MD walaupun kerja di distributor tetapi secara hirarki berada dibawah koordinasi  area supervisor Principal (pabrik). sedangkan secara pengajian biasanya dilewatkan agensi yang ditunjuk oleh perusahaan.

Teknik Pengaturan Display

  1. Floor display

    Pemajangan barang dagangan yang disusun langsung di lantai tanpa menggunakan rak apapun. Floor diplay sering kita lihat pada hypermarket, karena disana memiliki area yang luas, sehingga display barang di lantai tidak mengganggu arus barang/konsumen. Selain itu perlu diperhatikan : a) diberi alas palet agar produk paling bawah tidak rusak saat proses pembersihan lantai; b) ukuran susunan P x L x T barang yang disusun tidak lebih dari satu meter3 ; c) barang yang disusun adalah produk yang sama; d) ditempatkan di lokasi yang strategis sehingga mudah dilihat dan tidak mengganggu arus barang / konsumen; e) Menambahkan Point of Purcase yang menarik.

  2. Vertical Display

    Pemajangan barang dagangan secara vertikal ke atas. Jenis display ini dapat dilakukan dengan rak gondola wall/island. Aturan display ini adalah: a) barang yang disusun merupakan satu produk yang sama dengan ukuran kemasan berbeda; b) produk dengan ukuran kemasan besar diletakkan di rak selving paling bawah, dan rak selving diatasnya dengan ukuran kemasan lebih kecil; c) perhatikan komposisi warna kemasan (letakkan produk dengan hadap yang sama)

  3. Wall Display

    Penataan produk di rak dengan posisi menempel di dinding. Biasanya digunakan untuk produk fashion / aksesoris. Rak yang digunakan adalah Slat wall rack.

  4. Impulse Buying” Display

    Display ini semacam “pameran” barang di tempat strategis, sering dilalui konsumen dan mudah terlihat, sehingga konsumen tertarik untuk membeli. Display ini biasanya diletakkan di rak end gondola atau juga rak display dekat kasir.

  5. Merchandise Mix Display

    Pemajangan produk dengan memanfaatkan hubungan komplementer, yaitu memajang secara berdekatan antara barang yang biasanya digunakan bersama. Misalnya spagety degan saos; kopi dengan gula; minuman dengan cemilan. Sehingga konsumen akan tertarik untuk membelinya sekaligus.

  6. Cut Cases Display

    Pemajangan barang dengan menumpuk tanpa mengeluarkan produk dari kemasan karton, tetapi hanya memotong setengah kemasan kartonnya sehingga produk dapat terlihat walau disusun menumpuk. Display ini biasanya digunakan untuk minuman / makanan dalam botol dan kaleng.

  7. Jumble Display

    Display ini dikenal juga dengan display promo. Produk dengan berbagai macam merk dan jenis ditempatkan pada rak promo, serta diletakkan di lokasi terbuka. Konsumen bebas mengaduk-aduk barang untuk memilih.

 Klasifikasi Barang

Apa sih klasifikasi barang?
Pernahkah Anda membeli barang dari luar negeri, atau sekedar mendapat kiriman barang dari luar negeri, jika pernah berarti anda telah melakukan impor barang. Tahukah Anda bahwa otoritas kepabeanan akan mengenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas barang yang diimpor dari luar negeri? Tahukah anda bahwa bea masuk yang harus dibayar jumlahnya dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan oleh suatu sistem klasifikasi barang?

Secara sederhana klasifikasi barang adalah suatu daftar kelompok barang yang dibuat secara terstruktur dan sistematis, yang terdiri dari: pos, sub pos dan pos tarif. Sejak tanggal 14 Juni 1983 World Customs Organitation (WCO) meluncurkan Harmonized System (HS) yang mulai berlaku secara internasional pada tanggal 1 Januari 1988. HS adalah standar internasional atas sistem penamaan dan penomoran yang digunakan untuk klasifikasi produk perdagangan dan turunannya. Sebagai salah satu anggota WCO, Indonesia telah menerbitkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia 2012 (BTKI 2012) yang digunakan sebagai referensi resmi dalam pengklasifikasian barang di Indonesia. BTKI 2012 dibuat dengan mengacu pada Harmonized System yang diterbitkan oleh WCO.

Secara lebih luas, klasifikasi barang dengan menggunakan harmonized system memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Memberikan keseragaman dalam daftar penggolongan barang yang dibuat secara sistematis, untuk penetapan Tarif Pabean.
  2. Memudahkan pengumpulan, pembuatan dan analisis statistik perdagangan.
  3. Memberikan suatu sistem Internasional untuk pemberian kode, penjelasan dan penggolongan barang untuk tujuan perdagangan.

Bagaimana sih cara mengklasifikasikan barang?
Pada saat anda mengimpor suatu barang, dan anda ingin mengetahui tarif bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang harus dibayar, anda dapat melakukannya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Kenali karakteristik utama dari barang yang akan diklasifikasikan, sebagai contoh apakah barang termasuk dalam kelompok binatang hidup, produk mineral, barang dari tekstil, logam, barang dari logam, mesin dan lain sebagainya, hal ini dibutuhkan untuk menentukan ke dalam bagian dan bab mana barang tersebut dapat diklasifikasikan.
  2. Setelah barang ditentukan masuk ke dalam suatu bab, selanjutnya baca dan perhatikan baik-baik catatan yang mengatur bagian dan bab yang berkaitan.
  3. Apabila ada catatan yang mengeluarkan barang tersebut dari bab atau bagian yang telah kita kita pilih, ikuti petunjuk dari catatan tersebut. Terkadang catatan bagian atau catatan bab mengarahkan agar barang tertentu dimasukkan ke dalam bab lain yang lebih sesuai.
  4. Buka bab sebagaimana ditunjuk oleh catatan sebagaimana dimaksud pada butir 3, kemudian baca dan perhatikan kembali catatan yang ada pada bagian dan bab yang baru. Pada tahap ini, biasanya kita sudah mempunyai gambaran umum apakah barang tersebut diklasifikasikan di bab tersebut atau di bab lainnya.
  5. Setelah menemukan satu bab yang paling sesuai berdasarkan kajian di atas, lanjutkan dengan menelusuri pos-pos yang mungkin mencakup barang yang sedang diklasifikasikan dalam bab tersebut. Pada tahap ini kadang-kadang kita sudah dapat menemukan pos yang mencakup barang tersebut dengan rinci. Bila sudah kita temukan satu pos yang tepat, maka langkah selanjutnya tinggal menentukan sub-pos dan pos tarif yang sesuai.
  6. Dalam membandingkan pos-pos, sub-sub pos, atau pos-pos tarif, harus selalu diingat bahwa yang dibandingkan adalah pos-pos, sub-sub pos, atau pos-pos tarif yang setara (perhatikan takiknya).
  7. Apabila sudah dipilih satu pos tarif yang benar-benar sesuai dengan uraian barang, langkah selanjutnya adalah melihat pembebanan tarif BM, PPN, PPnBM. Anda dapat melihat portal INSW untuk melihat update pembebanan tarif BM, PPN, PpnBM dan juga peraturan-peraturan dari instansi terkait yang mengatur tentang importasi barang tersebut.

Bagaimana cara menghitung Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor?
Adapun Bea Masuk yang harus dibayar dihitung dengan cara sebagai berikut:

Bea Masuk = Tarif BM x Nilai Pabean

Tarif Bea Masuk dapat di lihat pada kolom Bea Masuk di BTKI atau portal INSW.
* Nilai Pabean terdiri dari harga barang + biaya assuransi + biaya pengangkutan.

Pajak dalam rangka impor terdiri dari : PPN, Pph Pasal 22, dan untuk barang yang termasuk kategori barang mewah akan dikenakan tambahan berupa PpnBM. Perhitungan pajak dalam rangka impor dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

PPN = Tarif PPN x (Nilai Pabean + Bea Masuk)

Tarif PPN barang impor dapat dilihat pada kolom PPN di BTKI atau portal INSW.

PpnBM = Tarif PpnBM x (Nilai Pabean + Bea Masuk)

Tarif PpnBM barang impor dapat dilihat pada kolom Ppn BM BTKI atau portal INSW.

Pph Pasal22 = Tarif Pph pasal 22 x (Nilai Pabean + Bea Masuk)

Adapun tarif pph pasal 22 impor adalah sebagai berikut:

  • PPh Pasal 22 (impor) dikenakan 2,5% terhadap Wajib Pajak penerima barang yang memiliki Angka Pengenal Importir (API);
  • PPh Pasal 22 (impor) dikenakan 7,5% terhadap Wajib Pajak penerima barang yang memiliki dan dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  • PPh Pasal 22 (impor) dikenakan 15% terhadap Wajib Pajak penerima barang yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Pemberi Kode Barang

Nomor Identifikasi Barang (Penomoran Barang) digunakan untuk mengidentifikasi barang-barang secara unik yang Anda muat di dalam daftar persediaan barang (inventory). Beberapa perusahaan menyebutnya “part number”, “nomor model”, “kode produk”, “kode barang”, “kode item”, dan lain sebagainya. Tapi bagaimanapun Anda menyebutnya, penomoran barang sangat penting bagi Anda dan untuk sistem inventori barang yang Anda pakai. Apabila Anda ataupun sistem Anda tidak mampu mengidentifikasi barang secara unik, Anda tidak akan dapat memperhitungkan aktivitas dan keberadaan dalam inventory Anda secara efektif. Penomoran barang juga berfungsi sebagai singkatan untuk deskripsi barang. Alih-alih memasukkan keseluruhan nama atau keterangan untuk barang tertentu, Anda dapat menggunakan penomoran barang yang jauh lebih pendek. Hal ini akan mempercepat proses entri data dan pengelolaan inventory (stock barang).

Produk ritel dan perusahaan-perusahaan besar seringkali menggunakan penomoran yang panjang dan rumit untuk nomor barang mereka. Ini adalah pilihan yang tepat jika Anda mengoperasikan sebuah gudang atau operasi ritel yang kompleks. Tetapi jika Anda ingin membuat sistem yang lebih mudah untuk dipakai dan menggunakan nomor item Anda sendiri, berikut adalah beberapa rekomendasi dari kami.

Penomoran Kode Barang Yang Baik Akan Membuat Hidup Anda Jauh Lebih Mudah!

Tips Membuat Skema Penomoran Barang :

  • Jangan pernah memulai penomoran barang dengan angka nol, kecuali jika Anda dipaksa untuk melakukannya di luar kendali Anda. Percayalah pada kami untuk hal ini.
  • Hindarilah penggunaan huruf yang dapat membuat penomoran barang Anda menjadi kacau bila dipasangkan dengan angka, seperti huruf O , I, dan L.
  • JANGAN menggunakan nomor atau bagian nomor seri dari barang produsen untuk penomoran barang Anda. Angka-angka ini biasanya terlalu panjang dan tidak jelas. Selain itu, jika Anda berganti pemasok (vendor), atau produsen mengubah penomoran barang mereka, hal ini akan merusak pengaturan penomoran Anda.
  • Anda boleh membuat penomoran barang yang pendek, tetapi tidak terlalu pendek sehingga bisa menyebabkan kekeliruan terhadap nomor lainnya (misalnya jumlah barang, dll ). Sekitar 4 – 8 karakter biasanya cukup untuk membuat penomoran bagi sebagian besar perusahaan.
  • Jangan memuat nomor barang dengan makna – jangan mencoba untuk menggunakan penomoran barang untuk menggambarkan produk Anda . Hal ini hanya akan membuat nomor Anda menjadi lebih panjang dan lebih rumit. Cukup simpan informasi ini untuk deskripsi barang.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan beberapa huruf. Huruf-huruf akan sangat membantu dalam membedakan penomoran barang Anda dari penomoran lain. Huruf akan meningkatkan jumlah nomor item yang dapat Anda miliki, sementara Anda tetap menjaga penomoran barang menjadi sesingkat mungkin.
  • Menggunakan beberapa huruf pada awal deskripsi barang Anda atau di awal penomoran barang Anda akan memudahkan Anda dalam mencari barang di dalam daftar pengambilan barang. Misalnya, jika Anda membuat penomoran barang untuk “Saus”, Anda dapat membuat penomoran “SAU101” untuk saus cokelat , “SAU102” untuk saus karamel, dst.
  • Hindari memuat deskripsi barang dengan informasi lebih dari yang benar-benar dibutuhkan. Informasi seperti nama penjual, produsen, negara asal, tanggal kadaluwarsa, dan sebagainya termasuk dalam “rincian barang” atau “rincian transaksi”, yang mana detail semacam ini dapat digunakan secara lebih efektif .
  • Jangan gunakan simbol yang mungkin akan membingungkan orang yang membacanya ataupun software yang Anda gunakan. Misalnya, menggunakan koma di nomor item Anda mungkin membuatnya terlihat seperti kuantitas atau harga. Menggunakan simbol “/” dapat mengakibatkan Microsoft Excel memformat penomoran barang Anda sebagai tanggal. Simbol seperti “<”, “>”, dan “*” dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan ketika memindahkan data antara program pengolahan inventaris dan program spreadsheet Anda. Cobalah untuk menjaga penomoran barang Anda sesederhana dan seefektif mungkin.
Sumber :
//lowonganmadiun.com/profil-karier/sekilas-tentang-merchandiser-display-md
//www.sentrarak.com/jenis-teknik-display-barang-di-toko-minimarket/
//jurusanpemasaran.blogspot.co.id/2015/12/klasifikasipengelompokan-barang-dalam.html#ixzz4xC0IFqBT
//pakgiman.com/hs/
//www.pajak.net/blog/444/membuat-penomoran-kode-barang-yang-baik-untuk-sistem-persediaan-barang-inventory/
//muntilaa.000webhostapp.com/2017/11/pbd-babiii-pengelompokan-barang-dagangan-product-grouping
<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Penerapan Otomatisasi Administrasi Perkantoran

  1. Pengguna Otomatisasi Perkantoran

    Otomatisasi kantor digunakan oleh semua orang yang bekerja di dalam kantor. Pada dasarnya ada empat kategori pemakai otomatis kantor, yaitu :

    1. a)Manajer adalah orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan terutama sumber daya manusia.
    2. b)Profesional yakni tidak mengelola orang tetapi menyumbang keahlian khususnya (mis. Pembeli, wiraniaga, dan asisten staff  khusus). Manajer dan profesional secra bersama dikenal sebagai pekerja terdidik.
    3. c)Sekretaris bisanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai tugas menangani korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
    4. d)Clerical Employee (pegawai administratif) melaksanakan tugas untuk-tugas untuk sekretaris, seperti mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen dan mengirimkan surat.

    Otomatisasi perkantoran mencakup semua system elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informal dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan.Sistem Elektronik Formal dimaksudkan sebagai kegiatan perkantoran yang dokumentasiakan dengan suatu prosedur tertulis. semua perusahaan menerapakan system formal untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Misalnya untuk pengelolaan informasi yang didistribusikan ke manajer berupa laporan-laporan periodik maupun laporan khusus.Sistem Elektronik informal berarti system perkantoran yang tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. System-sistem informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri. Misalnya melakukan konsultasi atau diskusi dengan pengambil keputusan lainnya.

    System informal dalam otomatisasi perkantoran menjadikan ciri tersendiri dalam penggunaan komputer dalam perusahaan, Karena otomatisasi perkantoran dimaksudkan untuk memudahkan jenis komunikasi. Otomatisasi perkantoran tidak hanya melayani orang-orang didalam perusahaan, akan tetapi juga dengan orang lain di lingkungan perusahaan.

  2. Jenis-jenis Aplikasi Otomatisasi Perkantoran

  •  Aplikasi Pengolah Kata

    Aplikasi pengolah kata Word Processing adalah penggunaan peralatan elektronik yang otomatis dapat melakukan beberapa tugas sekaligus yang diperlukan untuk membuat dokumen baik di ketik dan kemudian mencetak dokumene tersebut.

    Word Processing memberikan pemecahan masalah dengan memberikan kemampuan kepada manajer untuk membuat komunikasi tertulis yang lebih efektif untuk diberikan kepada orang lain. Dengan kata lain word processing adalah penggunaan alat elektronik yang secara otomatis dapat melakukan banyak tugas yang diperlukan untuk menyiapkan dokumen yang ditik, dicetak maupun dikirim menggunakan email.

    Jenis aplikasi pengolah kata yang sering digunakan pada keseharian pembuatan dokumen kantor adalah Ms. Word. namun aplikasi ini merupakan aplikasi yang berbayar. Sedangkan aplikasi pengolah kata yang dapat digunakan secara gratis adalah Libre.

  • Surat Elektronik (e-mail)

    Surat elektronik atau yang sring dikenal dengan E-mail adalah pengiriman file hasil ketikan menggunakan jaringan komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan menerima pesan dengan menggunakan terminal komputer dan alat penyimpanan.

    Terdapat 2 jenis email yang sering digunakan secara umum, dan kedua jenis email tersebut dapat digunakan secara gratis, email tersebut berekstensi @gmail dikeluarkan oleh Google, dan @ymail yang dikeluarkan oleh Yahoo.

  • Voice Mail

    Hampir sama dengan surat elektronik tetapi pesan dikirim dengan mengucapkannya dalam telephone. Telepon juga digunaka untuk mengambil pesan yang telah dikirimkan. Perbedaanya bahwa anda hanya mengirimkan pesan dengan mengucapkan pesan tersebut melalui telepon dan bukan mengetiknya. Dan anda menggunakan telepone untuk memanggil pesan yang telah dikirimkan kepada anda.

    Voice mail memerlukan komputer dengan kemampuan menyimpan pesan audio dalam bentuk digital, kemudian mengubahnya kembali menjadi bentuk audio ketika dipanggil.

  • Kalender Elektronik

    Kalender elektronik menggunakan jaringan komputer untuk menyimpan dan memangil acara yang telah ditetapkan oleh manajer. Kalender elektronik bersifat khusus diantara aplikasi perkantoran karena ia hanya menyusun terjadinya komunikasi bukan sebagai media komunikasi.

    Cara kerja kalender elektronik mirip seperti organizer. Manajer atau sekretaris dapat memasukkan pertemuan-pertemuan, membuat perubahan dan menelaah kalender itu dengan menggunakan keyboard.

  • Konfrensi Audio (Audio Confrencing)

    Konfrensi audio adalah penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat komunikasi audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan konfrensi. Telepon Konfrensi merupakan bentuk pertama dan masih digunakan. Konfrensi audio tidak memerlukan komputer, hanya melibatkan fasilitas komunikasi 2 arah semisal telepon dan handphone. Keuntungan konfrensi audio adalah sebagai berikut:

    • Biaya peralatan yang diperlukan untuk konfrensi audio tergolong standar
    • Orang-orang merasa nyaman berbicara di telepon
    • Konfrensi audio dapat disiapkan dalam waktu singkat
  • Konferensi Video

    Konfrensut video adalah penggunaan peralatan televisi untuk menghubungkan para peserta konferensi yang tersebar secara geografis. Peralatan tersebut menyediakan hubungan audio dan video. Seiring perkembangan waktu konfrensi video dapat dilakukan oleh komputer dengan biaya yang murah. Aplikasi yang dibutuhkan untuk konfrensi Video menggunakan komputer dengan koneksi internet adalah Skype.

  • Faxsimile

    Fax merupakan singkatan dari Facsimile transmision, merupakan penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca citra dokumen pada satu ujung saluran komunikasi dan membuat salinan pada ujung lainnya. Saluran komunikasinya sangat sering berbentuk saluran telepon biasa. Fax berkontribusi pada pemecahan masalah dengan membagikan dokumen kepada anggota tim lain dengan mudah, tanpa dibatasi oleh letak geografis mereka.

    Semua yang difotokopi dapat ditransmisikan oleh fax. Fax sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan. Jalur telepon suara dapat berfungsi sebagai channel-nya dan pengoperasian peralatan fax tidak sulit.

  • Slide Presentase

    Slide presentase adalah penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan materi yang dapat berupa gambar, kata, suara, maupun audio visual yang ditampilkan dalam bentuk slide. Aplikasi yang sering digunakan untuk menampilkan slide presentase adalahMs. Power Point. Slide presentase ini sangat efektif sekali untuk menunjang  pegawai dalam melakukan presentase.

  • Pencitraan (Imaging)

    Beberapa perusahaan memiliki volume dokumen yang besar sehingga mereka harus menyimpan dalam file agar informasi dapat dipanggil atau didapatkan kembali jika diperlukan. Untuk mengatasi masalah mengenai penyimpanan dan pemanggilan tampilan maka dapat digunakan aplikasi yang dapat menyimpan dokumen fisik menjadi dokumen digital (file) dengan menggunakan Scanner.

    Dengan menggunakan scanner maka dokumen fisik yang dapat memakan tempat penyimpanan yang cukup luas, dapat diganti menjadi dokumen bersifat digital (file). Mesin scanner dihubungkan dengan komputer, mesin ini memindai dokumen yang diletakkan pada mesin tersebut kemudian memindai men-scan nya lalu merubah kedalam bentuk digital. Jika sewaktu-waktu memerlukan dokumen tersebut, pegawai dapat mencetaknya menggunakan printer.

  • Aplikasi Pengolah Angka

    Aplikai pengolah angka merupakan aplikasi yang paling sering digunakan setelah aplikasi pengolah kata pada otomatisasi perkantoran. Aplikasi pengolah angka memudahkan akuntan dalam membuat perhitungan-perhitungan keuangan dengan mudah, sehingga meminimalkan kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan.

    Aplikasi pengolah angka yang paling banyak digunakan adalah Ms. Excel yang merupakan saudara Ms. Word. Dan kedua aplikasi ini merupakan aplikasi berbayar. Sedangkan untuk aplikasi yang gratis dapat pula menggunakan aplikasi Libre. 

Kantor Maya

Yang dimaksud dengan Kantor Maya (Virtual office) adalah suatu konsep yang mengenalkan pekerjaan kantor yang dilaksanakan secara virtual dengan jalan membangun suatu link antara pekerja yang satu dengan yang lainya di tempat yang berbeda unuk menyelesaikan pekerjaan kantor, biasanya link-link ini saling berhubungan dengan memanfaatkan sitem komunikasi elektrik.

KEUNTUNGAN KANTOR MAYA

  1. Pengurangan biaya fasilitas
  2. Pengurangan biaya peralatan
  3. Jaringan komunikasi formal
  4. Pengurangan penghentian kerja
  5. Kontribusi sosial

KERUGIAN KANTOR MAYA

  1. Rasa tidak memiliki
  2. Takut kehilangan pekerjaan
  3. Semangat kerja yang rendah
  4. Ketegangan keluarga

STRATEGI KANTOR MAYA

Menurut Linda T Risse (konsultan Synergi Planning Incorporated)

  1. Sediakan sumber daya komputer
  2. Sediakan akses sumber daya informasi
  3. Sediakan fasilitas telephone
  4. Gunakan konferensi telepon
  5. Jadwalkan pertemuan rutin
  6. Lakukan rutinitas kerja.

Sumber :

https://secretarysuccess.blogspot.co.id/2016/02/penerapan-otomatisasi-dalam.html

//wasisriyanto2903.blogspot.co.id/2013/04/kantor-maya.html

 

 

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Otomatisasi Administrasi Perkantoran

  1. Pengertian

    Otomatisasi merupakan proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki system kerja sistematis. Otomatisasi sangat berkaitan erat dengan mekanisasi dan komputerisasi. Otomatisasi adalah pengguna mesin untuk menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia. Hal ini menunjukan bahwa otomatisasi berarti penggunaan alat-alat mekanis dan lebih khususnya computer. Dengan kata lain, membahas otomatisasi berarti mengupas berbagai peralatan mekanis dan computer tertentu saja dengan tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan objek yang diotomatisasi, dalam hal ini perkantoran.

    Perkantoran merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan (service) dalam perolehan, pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan pengkomunikasian informasi. Cakupan aktivitas perkantoran meliputi kegiatan-kegiatan, seperti pencatatan, pembuatan, dan pengolahan naskah (wordprocessing); penyajian/display, pengelompokan/sortir, dan kalkulasi data (spreadsheet); pengolahan database, melakukan perjanjian, pertemuan, dan penjadwalan (appointment) presentasi; konrespondensi,dokumentasi dan sebagainya.

    Dengan demikian, otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak menggunakan  tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatisasi dengan menggunakan peralatan mekanis, khususnya computer. Era otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat computer untuk keperluan perkantoran.

    Otomatisasi perkantoran sering juga diistilahkan dengan kegiatan perkantoran elekronis (electronicofficele-office). perkantoran eleltronis adalah aplikasi perkantoran yang mengganti proses administrasi berbasis manual ke proses berbasis elektronis dengan memanfaatkan fasilitas jaringan lokan (LAN). Istilah ini yang dipergunakan dalam keputusan menteri pendayagunaan aparatur Negara nomor 12/KEP/M.Pan/1/2003 tentang pedoman umum perkantoran elektronis lingkup intranet di lingkungan instansi pemerintah.

    Otomatisasi kantor merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktivitas pekerjaan.

    Asal mula otomatisasi kantor di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah wordprocessing untuk menjelaskan kegiatan divisi mesin tik listriknya. Bukti nyata, pada tahun 1964, IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/SelectricTypewriter (MT/ST), yaitu mesin keeik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkan dalam pita magnetic secara otomatis.

  2. Tujuan

    Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas yang memungkinkan para pekerja kantor memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat dan lebih baik serta dengan penampilan yang lebih menarik dan mampu menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.

  3. Manfaat

    1. Pendapatan yang lebih tinggi dan menutunkan biaya. Komputer tidak menggantikan pekerja saat ini, tetapi computer menunda penambahan pegawai yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
    2. Pemecahan masalah kelompok. Otomatisasi kantor memungkinkan para manajer atau staf berkomunikasi dengan lebih mudah dimanapun mereka berada, sehingga biasa menyelesaikan masalah dengan lebih cepat.
    3. Perlengkapan bukan pengganti. Sebagai suatu cara berkomunikasi, otomatisasi memiliki keterbatasan. Otomatisasi perkantoran tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional yang mencakup percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. Otomatisasi kantor harus bertujuan melengkapi komunikasi tradisional.

  4. Peranan

    Adanya kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap pekerjaan kantor. Pekerjaan kantor dapat dilaksanakan dengan mudah dan cepat. Di bawah ini dapat dilihat bagaimana teknologi informasi dapat membantu masing-masing pekerjaan kantor.

    1. Penanganan Surat dan Pembuatan Laporan

    Dengan diciptakannya mikro komputer yang sekaligus dapat berfungsi sebagai word processor, maka dengan menggunakan komputer semacam ini penyelesaian surat-surat dan laporan sangat dipermudah,  cepat, dan cermat.

    Ada tiga jenis dasar word processor :

    • Word-processor yang berperan sendiri dalam hal ini sifat penggunaan word processor independen, dan hanya digunakan untuk pengolahan teks, terdiri atas keyboard , processor, memory,layar,dan printer.
    • Beberapa word processor digunakan secara bergabung sebagai suatu sistem, terdiri atas beberapa keyboard dan layarnya yang dihubungkan dengan komputer sentral yang berfungsi sebagai pusat pengolahan, penyimpanan dan pencetakan.
    • Beberapa micro computer dengan tujuan umum di mana digunakan program pengolahan kata (a word-processing program).

    Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan word-processor :

    • Meningkatkan produktivitas dalam pengolahan dokumen, laporan atau surat, dan sebagainya.
    • Menambah kepuasan kerja
    • Meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil akhir (output)
    • Menghemat tenaga
    • Mempermudah mengedit atau mengolah kalimat
    • Mempermudah memperoleh kembali data yangtersimpan
    • Kemampuan untuk mengintegrasikan wordprocessor dengan komputer-komputer lainnya.

    Beberapa kerugian juga ada dalam penggunaan word-processor.

    • Memerlukan perubahan baik tata ruang fisik maupun prosedur kerja yang ada
    • Memerlukan pelatihan yang memadai
    • Menimbulkan gangguan pada mata karena terlalu banyak di muka layar
    • Mengurangi kesempatan kerja seperti pekerjaan kesekretariatan.

    2. Komunikasi  Perkantoran

    Komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain melalui saluran. Komunikasi merupakan sarana yang menghubungkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Dengan pesatnya kemajuan teknologi  modern, alat-alat komukasi beraneka-ragam, sarana komunikasi semakin canggih yang kita kenal dengan telekomunikasi (telecommunication) berasal dari kata teleartinya pemindahan jarak jauh dan communication yang berarti hubungan. Dalam pengertian yang sederhana, telekomunikasi adalah cara penyampaian informasi jarak jauh melalui kabel/kawat listrik atau melalui gelombang radio. Telepon dan telegram merupakan telekomunikasi yang cukup tua.

    Dengan kemajuan teknologi informasi, maka telekomunikasi makin dipermudah dan dipercepat. Informasi tidak saja dapat dikirimkan dalam bentuk kata-kata dan sandi-sandi seperti halnya dapat dilakukan melalui telepon dan telegram, tetapi dapat dikirim dalam bentuk tulisan, angka, maupun gambar. Berkat kemajuan teknologi informasi tersebut, sekarang jenis komunikasi yang termasuk ke dalam telekomunikasi makin bertambah jumlahnya.

    3. Pengiriman Surat

    Setelah berkembangnya teknologi informasi yang diterapkan pada telekomunikasi, pengiriman surat, terutama pengiriman surat jarak jauh, dilakukan dengan  pesawat elektronik, karena itu dikenal nama Pos Elektronik (Electronic Mail). Karakteristik utama dari electronic mail adalah transmisi informasi dari satu tempat ke tempat lain atau dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan metode elektronik penangkapan, pentransmisian, dan penyampaian informasi. Karena informasi disampaikan secara visual, maka teks aslinya tidak perlu dikirimkan. Yang termasuk ke dalam pos elektronik adalah teleks, faksimile, dan komunikasi antar komputer.

    4. Tata laksana Arsip/Filing

    Komputer mikro sangat membantu dalam hal pelaksanaan pekerjaan mengarsip/filing warkat-warkat. Arsip yang semula berupa tumpukan kertas dan disimpan di gedung arsip, sekarang arsip dapat disimpan di dalam disket-disket, CD, flashdisk. Dengan demikian penyimpanan arsip sekarang beralih kepada penyimpanan dan pemeliharaan  yang memerlukan tempat jauh lebih sedikit dari pada gudang arsip dalam bentuk kertas.

  5. Dampak

    Dampak dari otomatisasi perkantoran yang merupakan dampak baik maupun dampak buruk antara lain sebagai berikut.

    1. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia
    2. Pengurangan jumlah karyawan, karena adanya otomasi perkantoran
    3. Lowongan kerja semakin sedikit, karena dengan menggunakan otomasi perkantoran
    4. Kecenderungan bekerja dirumah
    5. Membuat karyawan melas atau bergantung pada mesin dan teknologi.
    6. Membutuhkan biaya yang cukup besar untuk investasi awal karena otomasi perkantotan memerlukan peralatanyang digunakan untuk menjalankan aktivitas perusahaan.
    7. Fleksibilitas, maksudnya pegawai dapat mengerjakan beberapa pekerja yang biasanya dilakukan banyak orang, yang juga berarti perusahaan tidak membutuhkan banyak pegawai.
    8. Resepsionis dapat lebih banyak meluangkan waktu utuk melayani klien
    9. Paperless, yaitu tidak membutuhkan banyak kertas karena semua dilakukan secara digital

     Perencanaan penerapan otomatisasi perkantoran yang baik dengan memperhatikan seluruh aspek terkait dapat meminimalisasi dampak buruk dan meningkatkan dampak baik dari otomatisasi. Sehingga, otomatisasi bukan hal yang harus dihindari karena dampak buruknya tetapi perlu direncanakan dan dipersiapkan dengan baik dalam penerapannya

     

    Sumber: //www.rankingkelas.com/2016/08/pengertian-tujuan-manfaat-dampak-otomatisasi-administrasi-perkantoran.html

<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment

Pengelolaan Waktu Secara Produktif

Teknik Manajemen Waktu Berdasarkan Skala Prioritas

Manajemen waktu sangat dibutuhkan agar setiap individu dapat melaksanakan setiap kegiatannya secara efektif dan efisien. Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan dalam manajemen waktu. Salah satunya adalah teknik manajemen waktu berdasarkan skala prioritas.

Pada manajemen waktu berdasarkan skala prioritas, pelaksanaan pekerjaan didahulukan berdasarkan skala prioritas. Skala prioritas mendahulukan pekerjaan yang penting dan mendesak, dilanjutkan dengan pekerjaan penting dan tidak mendesak, kemudian pekerjaan yang mendesak meski belum terlalu penting, , dan terakhir adalah pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak.

  1. Mendesak dan Penting

    Tipe pekerjaan penting dan mendesak harus di utamakan penyelesaiannya lebih dahulu. Tugas tersebut tidak dapat ditunda-tunda lagi. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini merupakan hal penting dan harus dilakukan, tidak bisa ditunda pada lain waktu. Contohnya: Pekerjaan menghantar keluarga kecelakaan kerumah sakit, mengerjakan tugas kantor untuk diserahkan esok hari, dan lain sebagainya.

    Orang yang terbiasa bekerja pada kelompok ini akan cendrung stress, cepat lelah, dan berprestasi biasa-biasa saja karena semua kegiatan dilakukan secara terburu-buru.

  2. Penting

    Tipe pekerjaan dengan prioritas ini harus disikapi dengan menjadwalkan pekerjaan dengan cermat. Jangan sampai pekerjaan penting diabaikan sehingga pekerjaan ini menjadi pekerjaan mendesak dan penting. Sebaiknya gunakan waktu produktif untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

    Kegiatan dalam kelompok ini mencakup kegiatan yang sudah terjadwal dengan baik, rutin. Contoh pekerjaan penting adalah mengerjakan tugas sesuai jadwal, olahraga terjadwal dan lain sebagainya.

    Orang yang berada dalam kelompok ini adalah mereka yang memiliki visi, mempunyai prioritas dalam hidupnya. Mereka akan melakukan perencanaan dalam mencapai visinya, menetapkan prioritas, mengerjakan hal penting terlebih dahulu dan menyelesaikan sisanya kemudian.

    Sifat individu yang bergabung dalam kelompok ini adalah orang dengan pola hidup terkendali, seimbang, dan berprestasi tinggi.

  3. Mendesak dan Tidak Penting

     Pekerjaan ini terkadang datang dari orang di luar lingkungan kerja. Misalnya ketika mereka minta bantuan kepada Anda. Hal ini bisa saja mengganggu waktu produktif bekerja. Oleh karena itu sah-sah saja jika seseorang mengabaikan dan tidak membantunya jika pekerjaan Anda saat ini merupakan pekerjaan penting dan tidak dapat ditunda-tunda lagi penyelesaiannya.

    Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini merupakan kegiatan tidak penting namun terpaksa harus dilakukan. Seperti contoh menerima tamu, menemani teman, dan lain sebagainya. Umumnya pekerjaan ini tanpa direncanakan dan sulit dihindari.

    Kebiasaan bekerja pada kelompok seperti ini akan membuat seseorang menjadi kurang disiplin, prestasi rendah, tidak memiliki tujuan jelas dalam pekerjaan, karena selalu berusaha menyenangkan orang lain.

  4. Tidak Mendesak dan Tidak Penting

    Kegiatan dalam kelompok ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara berlebihan dan berakibat tingkat kepentingannya rendah. Contohnya adalah menonton televisi dan tidur secara berlebihan. Orang dalam kelompok ini cendrung pemalas serta kurang bertanggung jawab.

Teknik Manajemen Waktu Berdasarkan Delegasi

Delegasi adalah pemberian wewenang atau kekuasaan formal dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan tertentu kepada orang lain. Pelimpahan wewenang dari atasan kepada bawahan diperlukan agar organisasi dapat berfungsi secara efisien karena tidak ada atasan yang dapat mengawasi secara pribadi setiap tugas-tugas organisasi.

Unsur-unsur yang menyangkut dengan delegasi adalah sebagai berikut:

  1. Apa yang didelegasikan
  2. Saling terbuka antara diberi delegasi dan menerima delegasi
  3. Transparasi mengenai delegasi
  4. Ada harapan yang diserahi delegasi
  5. Kekuasaan yang diserahi sepenuhnya
  6. Pengawasan yang wajar
  7. Orang yang diserahi delegasi

Delegasi lebih dari sekedar memberikan orang lain tugas untuk mengerjakan sesuatu. Dengan mengikuti cara pemilihan orang yang tepat dan teratur serta bijak, memilih bawahan dengan keahlian yang paling cocok dengan pekerjaannya, atau memilih staf atau karyawan yang sekiranya akan mendapatkan pengalaman yang berguna dari pekerjaan yang didelegasikan.

Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam proses delegasi kekuasaan sehingga berjalan efektif. Keempat hal tersebut dinyatakan sebagai berikut:

  1. Dalam pemberian suatu delegasi kekuasaan atau tugas haruslah dibarengi dengan pemberian tanggungjawab.
  2. Kekuasaan yang didelegasikan harus pada orang yang tepat baik dari segi kualifikasi maupun fisik.
  3. Mendelegasikan kekuasaan pada seseorang juga harus dibarengi dengan pemberian motivasi.
  4. Pimpinan yang mendelegasikan kekuasaanya harus membimbing dan mengawasi orang yang menerima delegasi tersebut.

Dengan demikian pendelegasian kekuasaan mempunyai manfaat ganda, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pimpinan dapat lebih fokus pada tujuan dan pekerjaan pokoknya
  2. Putusan dapat dibuat dengan lebih cepat dan unit yang tepat
  3. Inisiatiff dan rasa tanggung jawab bawahan dapat dimotivasi
  4. Mendidik dan mengembangkan bawahan sehingga mampu diberi beban tugas yang lebih besar dan berat lagi nantinya.

Teknik Manajemen Waktu Berdasarkan Asertif

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan orang lain.

Dalam bersikap asertif, seseorang dituntuk untuk jujur terhadap dirinya dan juru pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan

ataupun merugikan pihak lainnya.
Terdapat beberapa teknik manajemen asertif yang berguna dalam menanggapi situasi yang cenderung menjadi konflik.

  1. Memberikan Umpan Balik

    Membiarkan orang lain tahu bagaimana kita merespon perilaku mereka dapat membatu menghindari kesalahpahaman dan membantu menyelesaikan konflik yang tidak dapat dihindari dalam suatu hubungan. Ketika kita memilih untuk menyampaikan umpan balik negatif kepada orang lain, gunakan teknik komunikasi yang tidak terkesan mengancam. Kriteria untuk umpan balik yang bermanfaat adalah sebagai berikut:

    1. Difokuskan pada perilaku seseorang bukan kepribadiannya.
    2. Bersifat deskriptif bukan
    3. Fokus pada reaksi kita sendiri bukan maksud orang lain.
    4. Bersifat spesifik bukan umum.
    5. Difokuskan pada penyelesaian masalah.
    6. Umpan balik disampaikan secara pribadi.
  2. Meminta Umpan Balik dari Orang Lain

    Kita perlu berlatih memberikan umpan balik dengan cara yang tepat. Pada saat bersamaan kita juga perlu mengundang umpan balik dari orang lain untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kita. Kemampuan kita untuk mendengar kritik atau saran tanpa sikap defensif atau marah, mengakui ketika kita berbuat kesalahan, dan mendorong orang lain untuk memberikan umpan balik kepada kita.

    Mereka juga membantu kita untuk mengidentifikasi bidang-bidang pada praktik profesional kita yang mungkin perlu perbaikan dan membantu meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

  3. Menentukan Batasan

    Bertindak asertif dalam menentukan batasan berarti mengambil tanggungjawab untuk keputusan yang diambil, bagaimana menghabiskan sumber daya pribadi tanpa merasa marah kepada orang lain yang mengajukan permintaan tersebut.

    Ketika menghadapi sebuah permintaan, langkah pertama adalah menentukan seberapa jauh kita mau memenuhi permintaan tersebut. Jika perlu waktu untuk mengambil keputusan, menunda keputusan adalah tindakan yang tepat asalkan kita kembali ke orang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

  4. Membuat Permintaan

    Meminta sesuatu yang diinginkan dari orang lain secara langsung juga diperlukan pada hubungan yang sehat. Jika kita berada pada posisi manajemen, menyatakan keinginannya dengan jelas dari orang lain adalah suatu bagian penting untuk mencapai tujuan organisasi.

    Pada hubungan yang sederajat, membuat permintaan seperti meminta pertolongan, adalah suatu bagian penting dari komunikasi yang jujur. Kita harus percaya bahwa orang lain akan meresponnya secara asertif, termasuk berkata “tidak”. Kita tidak perlu bereaksi berlebihan ketika seseorang menolak permintaan kita dengan cara yang asertif.

  5. Berlaku Persisten

    Salah satu aspek penting dalam perilaku asertif adalah persisten untuk menjamin bahwa hak-hak anda dihargai. Sering ketika kita telah menentukan batasan atau telah berkata “tidak”, lalu orang-orang disekitar kita akan membujuk untuk mengubah pikiran.

    Jika kita mengulangi pernyataan keputusan itu dengan santai, kita telah bertindak asertif tanpa menjadi agresif dan tanpa menyerah. Respon, mengulangi pernyataan keputusan dengan santai, sering disebut respon “kaset rusak” (Smith, 1975).

  6. Membingkai Kembali

    Menurut Kaufman, bingkai adalah jalan pintas kognitif yang digunakan orang untuk membuat suatu informasi yang kompleks menjadi masuk akal. Teknik pembingkaian kembali juga termasuk:

    1. Fokus membangun komunikasi yang efektif untuk suatu kelompok tujuan yang terbatas.
    2. menguji validitas/keabsahan perspektif orang lain.
    3. Menentukan kesamaan pandangan/tujuan. Mencari hal-hal yang sama-sama disetujui dan fokus pada hasil yang diinginkan dengan perspektif jangka panjang.
    4. Mengenali kesempatan untuk mencari solusi-solusi yang belum dieksplirasi/difikirkan lebih mendalam.
    5. Mengenali perbedaan yang tidak bisa dijembatani dan pada saat yang bersamaan mencari tindakan yang masih bisa diambil untuk mengurangi konflik.
  7. Mengabaikan Provokasi

    Konflik interpersonal dapat memunculkan berbagai metode untuk “menang” dengan cara menghina atau mengintimidasi orang lain. Misalnya, pasien yang marah atau putusa asa mungkin menyerang dengan serangan personal.

    Farmasis yang merasa dikritik secara tidak adil mungkin merespon dengan sikap agresif atau sarkastik. Konflik interpersonal antara profesional di bidang kesehatan sering ditandai dengan perebutan kekuasaan dan otonomi.

    Abaikan komentar yang bersifat mencela dan tetap fokus pada penyelesaian masalah dapat menjaga konflik agar tidak meningkat kearah yang dapat merusak hubungan.

  8. Merespon Kritik

    Bagi sebagian orang, kritik benar-benar dapat membuat diri hancur karena kita biasanya memegang dua keyakinan irasional yang umumnya sebagai berikut:

    1. Bahwa kita harus disayangi atau diakui oleh semua orang yang kita kenal
    2. Bahwa kita harus benar-benar kompeten melakukan segala hal tanpa kesalahan.

    Pada beberapa kasus kita mungkin ingin membalas dendam dengan melakukan serangan balik terhadap orang yang memberikan kritik. Cara satu-satunya meniadakan perasaan itu dan untuk memulai mengatasi kritik dengan layak adalah dengan menantang kepercayaan irasional yang mendasarinya yang mengakibatkan kita takut tidak diakui oleh orang lain.

Prinsip-Prinsip Manajemen Waktu

Untuk dapat mengelola waktu dengan tepat, maka diperlukan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar manajemen waktu agar lebih berhasil dan berguna. Berikut ini prinsip-prinsip dasar manajemen waktu yang penting diperhatikan :
• Sediakan waktu untuk perencanaan dan menetapkan prioritas.
• Selesaikan tugas berprioritas tinggi sesegera mungkin dan tuntaskan tugas sebelum mulai tugas yang lain.
• Prioritaskan kembali tugas yang tersisa berdasarkan informasi baru yang terkait.

Menentukan Urutan Prioritas (Menyusun Prioritas)

Mengapa kita perlu menyusun prioritas?
Dalam hidup banyak hal yang kita hadapi, yang kita inginkan, yang perlu dilakukan, yang ingin dicapai. Akan tetapi sering kita dihadapkan pada pilihan-pilihan karena kemampuan, sumber daya, juga waktu yang terbatas.
Sementara waktu yang kita miliki sangat terbatas, tidak ada jalan lain selain membuat skala prioritas, yaitu melaksanakan pekerjaan dan tugas-tugas berdasarkan urutan kepentingannya. Orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang bisa mengorganisir diri mewujudkan cita-citanya dalam alokasi waktu yang ada.

1. Prioritas Kegiatan

Setiap hari kita melakukan berbagai kegiatan, baik yang berkaitan dengan pekerjaan, sekolah, keluarga, sosial, dan juga pribadi. Kegiatan-kegiatan ada yang berjangka panjang, berjangka pendek, rutin, dan ada pula yang mendesak/darurat. Untuk kegiatan-kegiatan rutin dan berjangka tentunya sudah bisa direncanakan, dan dideteksi mana yang menjadi prioritas utama, disusul dengan prioritas-prioritas berikutnya, karena umumnya berkaitan dengan rencana pencapaian tujuan dalam hidup. Namun kegiatan-kegiatan darurat yang muncul di luar rencana pun sering datang tanpa diduga dan mengacaukan pengelolaan waktu yang telah diatur. Berikut ini adalah pengelompokkan kegiatan berdasarkan tingkat kepentingan dan waktu pelaksanaannya :
1.1.Kegiatan Penting Mendesak
Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini adalah kegiatan penting yang harus segera dilakukan, tidak bisa ditunda pada lain waktu. Contohnya: mengantar keluarga yang kecelakaan ke rumah sakit.
Dalam kelompok ini juga ada kegiatan-kegiatan yang diakibatkan karena kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Ada juga kelompok orang-orang yang justru bisa bekerja di bawah tekanan, semangat dan idenya muncul justru pada saat terakhir, dikenal dengan istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Namun banyak resiko yang mendadak muncul sebagai hambatan dan dapat mengakibatkan tugas tidak selesai, antara lain mendadak komputer error, data hilang, terkena virus atau sakit mendadak.
Kebiasaan bekerja dalam kelompok ini, mengakibatkan stress, kelelahan, dan prestasi biasa-biasa saja.
1.2.Kegiatan Penting Tidak Mendesak
Kegiatan dalam kelompok ini mencakup kegiatan-kegiatan penting yang dapat dilakukan secara bertahap, rutin, dan terjadwal sehingga apabila muncul kegiatan darurat, tidak akan terlalu mengganggu pencapaian target-target lainnya. Contoh: relaksasi, mengerjakan tugas lebih awal, olahraga terjadwal dan sebagainya.
Orang-orang yang berada pada kelompok ini adalah orang-orang yang memiliki visi, mempunyai prioritas dalam hidupnya. Mereka akan melakukan perencanaan dalam mencapai visinya, menetapkan prioritas, mengerjakan yang penting terlebih dahulu, dan menyelesaikan sisanya kemudian.
Kesulitan memasuki kelompok ini adalah tetap komit, konsisten dan disiplin menjalani rencana kerjanya. Meskipun semua kegiatannya penting, namun jika TIDAK MENDESAK akibatnya godaan untuk menunda pekerjaan juga tinggi.
Orang-orang yang berada dalam kelompok ini akan hidup terkendali, seimbang, dan berprestasi tinggi.
1.3.Kegiatan Tidak Penting Mendesak
Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini adalah kegiatan-kegiatan tidak penting yang terpaksa dilakukan. Misalnya menerima dan menemani tamu, mengantar kakak, menemani teman, dan sebagainya. Umumnya kegiatan ini datang tanpa direncanakan dan sulit dihindari. Orang-orang yang berada dalam kelompok ini termasuk orang yang selalu berusaha membuat orang lain senang dan biasany tidak memiliki sikap asertif, tidak memiliki kemampuan untuk mengatakan tidak, kurang memiliki kemampuan untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan keinginannya kepada orang lain, tanpa merugikan diri sendiri.
Bill Cosby mengatakan (dalam 7 Habits of Highly Efektif Teens) “Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”.
Kelompok ini merupakan kelompok terburuk. Orang-orang yang berada dalam kelompok ini hidupnya kurang disiplin, prestasi rendah, tidak mempunyai tujuan hidup, bereputasi sebagai penyenang orang lain tetapi dianggap sebagai keset kaki.
1.4.Kegiatan Tidak Penting Tidak Mendesak
Kegiatan dalam kelompok ini adalah kegiatan yang dilakukan secara berlebihan dan mengakibatkan tingkat kepentingannya rendah. Contohnya, menonton televisi dan tidur secara berlebihan.
Orang yang hidup dalam kelompok ini berakibat malas dan tidak bertanggung jawab.

2.Langkah-langkah Menyusun Prioritas

Periksa kembali tujuan-tujuan besar dalam hidup Anda beserta target waktu pencapaiannya. Tujuan-tujuan besar mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama, antara 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun ke depan.
Pencapaian tujuan-tujuan besar dapat dipecah menjadi tujuan-tujuan kecil yang dikerjakan secara bertahap. Tuliskan apa saja yang akan di kerjakan dalam 1 minggu ke depan. Membuat Rencana Mingguan membantu Anda untuk fokus pada penyelesaian. Kegiatan-kegiatan Utama yang menunjang tujuan Anda, dan dengan sendirinya Anda akan mencapai lebih banyak.

3.Faktor Penghambat Penetapan Prioritas

Banyak hal yang dapat mengganggu terlaksananya kegiatan-kegiatan utama dalam proses pencapaian tujuan Anda. Beberapa hal yang perlu diwaspadai adalah :
• Zona nyaman serta zona berani
• Ketakutan menjadi penghambat
• Bangkit lagi ketika gagal
• Menaklukkan cobaan
• Tidak berani berkata TIDAK

Efisiensi Pekerjaan Kantor

Efesiensi pekerjaan kantor adalah usaha untuk mengurangi segala pemborosan bahan dan tenaga kerja maupun gejala yang merugikan.

Pada prinsipnya efesiensi adalah perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh atau output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber-sumber dan waktu yang dipergunakan atau input.

Efisiensi kerja adalah merupakan pelaksanaan cara tertentu dengan tanpa mengurangi tujuannya merupakan cara yang

  1. Termudah
  2. Termurah
  3. Tersingkat
  4. Teringan
  5. Terpendek

Evaluasi Penggunaan Waktu

Kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris “evaluation” yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983).
Evaluasi adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral, positif atau negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.  Jadi mengevaluasi waktu berarti kita akan mengevaluasi hal-hal yang telah dan kelak akan dilakukan.
• Evaluasi Pemanfaatan Waktu Sehari
Untuk mengenali bagaimana cara memanfaatkan waktu dalam sehari, maka kita dapat mengevaluasi kegiatan dengan bertanya kepada diri sendiri, antara lain :
• Berapa jam yang digunakan untuk melakukan perencanaan?
• Berapa jam yang dimanfaatkan untuk bekerja optimal?
• Berapa jam yang digunakan untuk membaca, memahami, dan berbagi atas suatu pengetahuan dan pengalaman (belajar)?
• Berapa jam yang dimanfaatkan untuk perjalanan menuju tempat bekerja dan pulang kembali ke rumah?
• Berapa jam yang digunakan untuk beristirahat, berolahraga, dan bersantai (sejenak)?
• Berapa jam yang dimanfaatkan untuk keluarga?
• Dan berapa jam yang digunakan untuk masyarakat sekitar (Personal Social Responsibility)?
• Dengan melakukan evaluasi manajemen waktu, maka kita dapat mengenali bagaimana penggunaan waktu dalam sehari sehingga dapat menemukan hal-hal mana saja yang menurut kita berlebihan porsi waktunya (misalnya makan terlalu lama, ngobrol yang tak perlu dan lain sebagainya) dan mana yang kekurangan porsinya (misalnya membaca Quran, mempelajari teknik-teknik baru untuk memudahkan penyelesaian tugas).
Hal ini menegaskan pula mengenai pengefektivan waktu yang digunakan,karena selain dalam surat Al’ashr, Alloh SWT juga berfirman dalam surat Thaha ayat 130 :
“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang,”
<span class="entry-utility-prep entry-utility-prep-cat-links">Posted in</span> Uncategorised | Leave a comment