Sinyal-sinyal Calon Pelanggan

  1. Mengidentifikasi Sinyak Keputusan dari Calon Pelanggan

    Mengidentifikasi sinyal keputusan calon pelanggan dalan melakukan pembelian produk, barang atau jasa memiliki beberapa alasan, yaitu sebagai berikut :

    1. Alasan ekonomis
    alasan ekonomis dalan mengidentifikasi sinyak keputusan calon pelanggan berarti berhubungan dengan masalah harga produk,untung rugi,kemampuan,dan penghasilan dari pelanggan.
    2.Alasan biologis
    alasan biologis menjadi faktor sinyal-sinyal keputusan calon pelanggan dalam pembelian produk barang dan jasa,karena kebutuhan jasmaninya contoh : seseorang membeli makanan dan minuman.
    3.Alasan sosiologis
    dalam hal ini calon pelanggan memberikan sinyal-sinyal untuk memutuskan membeli sebuah produk karena pengaruh individu di lingkungan tempat tinggal mereka.
    4.Alasan psikologis
    alasan psikologis artinya kejiwaan yg ada pada diri masing-masing calon pelanggan. Contoh : seseorang memutuskan membeli pakaian yang berkualitas tinggi dengan harga yg mahal karna ingin dihargai.
    5.Alasan agama atau kepercayaan 
    Para pengusaha harus dapat mengidentifikasi sinyal-sinyal dari calon pelanggan dan memusatkan suatu pasar tertentu. maksudnya adalah menggolongkan para calon pelanggan tersebut menurut kepercayaan daerah,geografis,jenis kelamin, dan minatnya.

    PENDEKATAN DALAM MENGIDENTIFIKASI

    1.Pendekatan Perkenalan
    cara ini dilakukan agar pelanggan merasa akrab dengan penjual atau pramuniaga. dengan demikian pelanggan akan dengan senang hati mendengarkan tawaran yang diberikan oleh penjual.
    2.Pendekatan Ingin Mengetahui
    Pendekatan ingin mengetahui adalah pendekatan yang membuat calon pelanggan ingin mengetahui produk yang ditawarkan karena tenaga penjual tidak menunjukan isi,rasa, dan manfaat prodik atau barang tersebut.
    3.Pendekatan Produk atau Jasa
    Pendekatan produk atau jasa adalah pendekatan yang dilakukan dengan memberikan sampel produk kepada pelanggan secara cuma cuma untuk meyakinkan pelanggan akan produk tersebut, sehingga pelanggan tertarik untuk membelinya.
    4.Pendekatan Manfaat Produk atau jasa
    Pendekatan dengan menunjukan manfaat produk kepada pelanggan, dengan tujuan agar calon pelanggan memutuskan untuk membeli produk tersebut.
    5.Pendekatan Pujuan
    Penjual memberikan pujian kesesuaian dengan penggunaan produk yang ditawarkannya.
    6.Pendekatan Peragaan
    Yaitu pendekatan dengan cara penjual meragakan produk atau barang yang ditawarkannya.
    7.Pendekatan Pernyataan
    Pendekatan ini dilakukan cara membuat pernyataan agar dapat dibaca atau didengar  oleh pelanggan.
    8.Pendekatan Pertanyaan
    Merupakan pendekatan dengan mengajukan pertanyaan yang disusun sedemikian rupa, agar calon pelanggan tertarik untuk membelinya.
    9.Pendekatan Kejuatan
    Pendekatan kejutan dilakukan dengan cara membuat kejutan atau semacam promosi  kepada calon pelanggan.
    10.Pendekatan Premium 
    Adalah pendekatan dengan menjanjikan pemberian hadiah kepada calon pelanggan, bila bersedia memutuskan membeli produk atau barang yang ditawarkan

  2. Bahasa tubuh pelayanan dalam penjualan 

    Dalam pergulatan di dunia bisnis, memang kita perlu meyakinkan kepada pelanggan atau calon pelanggan kita untuk memperkenalkan produk akan dijual. Tingkat kepercayaan seorang konsumen dapat dilihat dari bagaimana cara kita melayani. Dengan menggunakan bahasa tubuh yang baik, dapat memberikan keyakinan terhadap konsumen kita.

    Meskipun anda tidak bertugas di bagian staf khusus dalam penjualan, anda harus menguasai beberapa bahasa tubuh ketika masuk dalam dunia marketing.

    Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang harus anda pelajari ketika anda terjun dalam bidang marketing, antara lain:

    1. Tatapan mata yang meyakinkan

      Dengan bahasa tubuh kontak mata mata ini menjadi salah satu bahasa tubuh yang paling penting. Ketika anda menawarkan produk atau layanan kepada konsumen, kontak mata mata akan mempengaruhi. Misalnya jika anda sedang berkomunikasi, lalu tatapan mata anda mengarah ke tempat lain, dengan bahasa tubuh ini pastinya pelanggan akan merasa terabaikan. Itu merupakan tindakan yang tidak baik. Sebaiknya anda fokus terhadap pandangan mata konsumen, tataplah dengan tajam, maka energi keyakinan akan tumbuh disitu dan mendapatkan kesan yang baik oleh pelanggan.

    2. Berjalan dengan mantap dan semangat

      Ketika anda berjalan di ruang atau lokasi anda usaha, di toko, di kantor atau entah itu di mana tempatnya, lalu ketika calon pembeli masuk, janganlah anda menampilkan kesan malas dan enggan untuk menghampiri pembeli. Bahasa tubuh anda harus menunjukan rasa semangat dan menumbuhkan energi yang positif. Ketika melakukan bahasa tubuh ini, anda jangan berlebihan, cukup dengan menunjukan bahwa anda antusias dalam melakukan pekerjaan yang anda lakukan dan menyambut pembeli di tempat anda, ini sudah menunjukan bahasa tubuh yang baik. Lalu berjabat tanganlah dengan pembeli dan membungkukan badan agar memberikan kesan yang ramah.

    3. Senyum yang ramah

      Dalam melakukan aktifitas dalam dunia bisnis, kita perlu harus melakukan bahasa tubuh profesional. Ketika anda menyambut pembeli yang sedang datang, berikan senyuman ramah agar pembeli merasakan kenyamanan ketika ingin berkomunikasi atau membahas barang yang akan dibelinya. Meskipun hati anda sedang kacau, tapi ketika anda berhadapan dengan pembeli hendaknya jangan menampilkan kemuraman, sebab itu akan memberika kesan negatif terhadap pembeli. Dengan bahasa tubuh ini, pembeli akan merasakan kebebasan dalam memilih produk.

    4. Langkah cepat dan sigap 

      Bahasa tubuh yang satu ini sangat penting anda lakukan. Jika ada pelanggan yang mengalami kesulitan ketika memilih atau mencoba produk yang ingin di belinya, hendaknya anda sigap membantunya. Misalnya ketika seorang membeli motor, hendaknya anda dengan sigap menyalakan dan menyiapkan motor agar siap di coba oleh calon pembeli. Walau bahasa tubuh ini merupakan hal yang sederhana, namun itu akan menunjukan kepedulian terhadap pelanggan, membuat pelanggan nyaman.

    Jika anda menginginkan usaha anda terpandang dan banyak yang menyukai, berikanlah layanan yang terbaik untuk para calon pembeli dan pelanggan gunakan bahas tubuh yang baik. Dengan bahasa tubuh yang baik, akan memberikan dampak yang positif bagi konsumen, karena ini menjadi penentu seorang pembeli untuk memutuskan lanjut atau tidak. Jadi, gunakanlah bahasa tubuh yang baik untuk hasil terbaik.

  3. Respon konsumen

    Setiap konsumen melakukan pembelian terhadap produk-produk tertentu dengan harapan tertentu mengenai apa yang akan dilakukan oleh produk atau jasa bersangkutan ketika digunakan dan kepuasan merupakan hasil yang diharapkan. Respon atau tanggapan dari konsumen setelah mengkonsumsi produk barang atau jasa, banyak dipengaruhi oleh karakteristik dari tiap konsumen yang bersangkutan. konsumen yang memiliki karakteristik berpendapatan tinggi, usia muda, dan berpendidikan tinggi akan mempunyai respon yang berbeda dengan konsumen yang karakteristiknya berpendapatan rendah, usia tua, dan berpendidikan rendah, walaupun menilai suatu benda yang sama.
    Setiap perusahaan menginginkan produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. Bahkan jika ada pesaing, produknya ingin lebih unggul dari pada produk yang diterima oleh konsumennya. Perusahaan perlu mengetahui respon konsumen terhadap produk yang dia pasarkan. Banyak perusahaan yang melakukan riset pemasaran berkala untuk melihat kondisi pasar dan kinerjanya termasuk melihat respon yang diberikan oleh konsumen, apakah konsumen telah puas dengan segala strategi pemasaran yang perusahaan tawarkan atau masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.
    Konsumen yang tidak puas akan suatu produk akan memberikan responnya dalam tiga kategori:
    1. Respon suara, misalnya minta ganti rugi dari penjual
    2. Respon pribadi, misalnya komunikasi lisan yang negatif kepada orang lain mengenai kekurangan produk tersebut.
    3. Respon pihak ke tiga, misalnya mengambil tindakan hukum.
    Kepuasan dan tindakan konsumen harus mendapat tanggapan dari produsen untuk tetap menjalankan kelangsungan hidup perusahaan. Loyalitas dari seorang konsumen yang puas akan hasil dari suatu produk berupa barang atau jasa merupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan, oleh karena itu, puas tidaknya konsumen terhadap suatu produk harus terus dipantau dan diukur oleh perusahaan. Cara-cara berikut ini banyak digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan:
    1.    Sistem Keluhan dan Saran
    Organisasi yang berwawasan pelanggan akan membuat mudah pelanggannya memberikan saran atau keluhan.
    2.    Survey kepuasan pelanggan
    Perusahaan tidak dapat beranggapan bahwa sistem keluhan dan saran dapat menggambarkan secara lengkap kepuasan dan kekecewaan pelanggan. Perusahaan yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survey berkala. Perusahaan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon suatu kelompok dari pembeli mereka untuk mengetahui tanggapan dan perasaan mereka terhadap berbagai aspek kinerja perusahaan. Perusahaan juga menanyakan pendapat pembeli terhadap kinerja pesaingnya. Konsep kepuasan pelanggan merupakan konsep mendasar dalam pemasaran sejak strategi pemasaran diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

 

sumber:
http://www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-respon-konsumen-dan-kepuasan.html
http://blog.pekku.com/bahasa-tubuh-marketing/

This entry was posted in Uncategorised. Bookmark the <a href="https://joejosephine94.000webhostapp.com/2017/11/sinyal-sinyal-calon-pelanggan" title="Permalink to Sinyal-sinyal Calon Pelanggan" rel="bookmark">permalink</a>.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *