SOP Penataan Produk

Pengertian SOP

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir

SOP Penataan Produk Dari Suatu Perusahaan

Cara penataan produk di Supermarket
Cara-cara dalam penataan produk supermarket diantaranya adalah :

1. Barang supermarket yang akan ditempatkan hendaknya berurutan terdiri atas beberapa jenis barang , antara lain:
• Barang yang sangat dibutuhkan oleh konsumen
• Barang yang sama dan efisien penggunaannya
• Barang yang sedang trend
• Barang yang berkualitas baik
• Barang yang berprestasi
2. Brand blocking secara vertical

Brand bloking secara vertical, yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet kea rah vertical atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara vertical.
Penempatan barang secara vertical berarti penempatan barang:
a. dari atas kebawah secara sistematis
b. disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
c. barang disusun sesuai ukuran, dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
d. warna barang disusun dari warna muda sampai tua atau sebaliknya
e. harga barang diletakkan dari yang termurah sampai ke yang termahal atau sebaliknya
f. barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, katagori, bentuk, dan sifatnya.

Tata Letak Rak Display

A. Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan dengan berbagai display, seperti berikut:

1. Shelving (rak)

Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari. Misalnya pasta gigi, sampo, sabun cuci,dsb.
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi sampo Deodorant
Gambar penempatan produk secara vertical

2. Gondola

Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang berupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu kotak, dsb.

B. Brand blocking secara horizontal

Brand blocking secara horizontal, yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus terlihat dari depan. Jarang digunakan di supermarket karena tidak efisien, penempatan barang seperti ini sulit dijangkau oleh pembeli.
Berikut kelemahan dari Brand blocking secara horizontal:
a. Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
b. Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual
c. Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas
d. Memberikan kesan yang tidak beraturan
Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi
Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi
sampo sampo sampo sampo sampo

Penataan dan Perlengkapan Display

A. PENATAAN PRODUK FASHION

SOP dalam penataan produk fashion untuk visual merchandising langkah – langkahnya adalah pengetahuan prinsip penataan, pelabelan, dan pendisplayan.

1. Prinsip penataan barang fashion

Prinsip barang fashion meliputi penataan barang baru, penataan barang yang tidak lengkap, wagon display, penggunaan fixture kombinasi antara rak – rak T – stand, penggunaan bracket dan hook khusus di pilar apabila stok barang sedang dalam keadaan menurun atau sedikit, pemajangan sepatu dan sandal pria wanita, pemajangan sepatu anak, pemajangan sepatu bayi, pemajangan tas, pemajangan ikat pinggang dan pemajangan aksesori.

2. Labelling

Langkah pertama dalam melakukanvisual merchandising dengan pendisplayan barang fashion adalah pelabelan. Setiap barang yang datang ke gudang, baik dari DC maupun dari suplier (pemasok) harus melalui proses pelabelan (menempelkan label pada harga tag).

3. Display

Langkah kedua dalam visual merchandising penataan barang fashion adalah pendisplaan. Langkah – langkah pen display an produk fashion diantaranya adalah penentuan kriteria, teknik pemajangan, dan penggunaan lemari kaca atau showcase.

4. Alat bantu display fashion

Alat bantu display produk fashion adalah sebagai berikut :

Fixture, t-stand, gawang, hanger, dress making, swastika showcase, hambalan, wagon, table presentation, manequine, torso, platform, water fall, back wall, fitting room, bracket, single hook

  1. GAWANG

Gawang adalah media untuk menggantung  hanger  yang bentuknya mirip dengan gawang yang biasanya terdapat dala sebuah toko atau tempat penjualan

1-gawang

  1. HANGER JEPIT

Hanger Jepit adalah hanger yang biasanya digunakan untuk memajang celana,rok,boxer. Dengan menjepitkan sisi bagian kanan dan kiri pakaian pada penjepit yang ada.

2-hanger

  1. T-STAND

T-Stand adalah media untuk  menggantung  hanger  yang berbentuk T.

3-t-stand

  1. STANDING TAS

Standing Tas adalah media untuk mendisplay atau menggantung tas tangan yang terbuat dari besi.

4-standing-tas

  1. WAGON

Wagon adalah box besar  yang digunanakan untuk mendisplay barang yang harganya murah (obral).

5-wagon

  1. TORSO

Torso adalah patung setengah badan yang digunakan untuk mendisplay produk fashion.

torso

 

  1. MANEQUINE

Manequine adalah patung seluruh badan (full body).

7-manequinne

  1. MANEQUINE DRESS

Manequine Dress adalah patung yang digunakan untuk mendisplay dress.

8-manequine-dress

  1. SHOWCASE

Showcase adalah pendingin yang menempel ditembok di pergunakan untuk pendingin priduk sosis dan dairy (produk yang expiredate-nya pendek).

9-showcase

  1. HAMBALAN

Hambalan adalah kayu yang letaknya di bawah sebagai dasar peralatan display
10-hambalan

  1. BACK WALL

Back Wall adalah dinding yang dapat digunakan untuk memajang barang.

11-backwall

  1. BRACKET

Bracket  adalah sebuah alat penyangga televisi plat, yang bisanya dipasang didinding, pilar (tiang), dan Dak (langit-langit). Dengan hanya menggunakan beberapa skrup baut yang di pasang diantara alat tersebut.Alat ini mampu menahan beban yang lebih berat darinya, dengan menggunakan plat baja yang telah di modifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik saat di pasangkan dengan televisi plat.

12-bracket

  1. FITTING ROOM

Fitting Room adalah sebuah tempat atau ruangan yang disediakan oleh sebuah toko atau tempat penjualan dan diperuntukan kepada para pengunjung untuk mencoba pakaian yang ingin atau akan dibelinya.

13-fitting-room

  1. WATERFALL

Waterfall adalah alat untuk menggantungkan pakaian yang berbentuk seperti braket yang mempunyai sekat-sekat untuk menggantungkannya.

Tata Letak Rak Produk

Pertama, buatlah tema diskon dalam waktu-waktu tertentu, lebih baik dilakukan secara berkala dan lebih sering. Diskon (SALE) akan merangsang pelanggan untuk datang, kadang menjadi motivasi untuk melihat-lihat ke toko atau minimarket. Dalam menampilkan tema DISKON, buatlah dengan tulisan atau gambar yang menarik  perhatian dan mudah terlihat. Orang yang tidak berniat belanja kadang tergodadengan sesuatu berbau diskon.

Kedua, buatlah penataan barang yang memudahkan bagi pelanggan untuk melihat dan mengambil. Penataan barang tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada kalkulasi tertentu. Semakin gampang  dan membantu pelanggan mengaksesnya, peluang pelanggan membeli semakin besar pula.

Ketiga, letakkan item produk seperti makanan segar, buah-buahan, bunga atau produk yang membangkitkan selera di depan pintu atau dekat tempat pembayaran. Orang punya kecenderungan tertarik pada sesuatu yang menyegarkan dan memancing selera. Efeknya, kalau keranjang atau tas belanjaan kosong dan didepan pembayaran ada sesuatu yang menarik, akan merangsang pelanggan membelinya.

Keempat, produk kebutuhan pokok diletakkan di bagian belakang toko/minimarket. Dengan rancangan sedemikian rupa, setiap pelanggan yang hendak membelinya, pastikan berjalan melewati produk-produk lain yang tidak dibutuhkan tiap hari. Kebutuhan pokok adalah alasan utama untuk datang ke toko atau minimarket, kalau produk lainnya  tidak di pasang dijalur yang tepat, pelanggan tidak akan tahu bahwa barang tersebut dijual di toko/minimarket anda.

Kelima, buatlah alur arus dari pintu masuk sampai ke pembayaran, sedapat mungkin melewati semua produk yang dijual, dan diupayakan pula pelanggan fokus pada pencarian produk  yang ingin dibeli dengan tanpa mengorbankan aspek kemudahan pencarian.

Keenam, Letakkan item produk sejajar dengan pandangan mata, minimal tidak terlalu tinggi yang membutuhkan cara ekstra untuk melihat detail produk.

Ketujuh, buat pula letak dan sudut pandang yang nyaman untuk anak-anak, terutama untuk produk yang menyasar anak-anak seperti mainan, makanan ringan, susu, vitamin dan lain lain.

Delapan, letakkan contoh/sample produk yang baru (new products) di depan dekat pintu masuk atau ditengah-tengah antar rak atau tempat yg mudah dilihat dari berbagai sudut. Ini untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang baru, fresh dan mengesankan bahwa toko anda selalu update barang. Bagi pelanggan yang sudah terbiasa mengoleksi barang tertentu, akan memudahkan pencarian.

Sembilan, letakkan barang ditempat atau rak yang mudah dijangkau oleh tangan pelanggan, jangan sampai butuh bantuan alat khusus atau bantuan penjaga hanya untuk melihatnya secara detail. Kemudahan mengambil dan melihat berpengaruh positif pada pembelian.

Sepuluh, perhatikan warna cat toko atau minimarket anda. Warna mempengaruhi mood/minat pelanggan toko anda. Orang-orang akan tertarik pada warna hangat seperti merah, orange, kuning. Kadang bagus juga dengan warna kalem seperti biru atau hijau. Anak-anak akan senang dengan warna-warna cerah. Tentunya strategi warna itu dipengaruhi oleh segmen dari toko atau minimarket anda.

Sebelas, berilah toko anda alunan musik, jangan terlalu keras yang menggangu pendengaran pelanggan. Jenis musik disesuaikan dengan jenis toko anda. Akan terlihat lucu, toko atau minimarket yang menjual produk berbau religi, namun musik yang mengalun adalah tipe hard rock !.

Dua belas, perhatikan ukuran toko anda. Toko atau minimarket yang terlalu sempit dan terkesan ruwet akan membuat pelanggan kesal dan enggan pembelian lebih banyak. Berdesak-desakan akan mengesankan toko/minimarket anda laku keras/laris. Namun kalau setiap hari seperti itu akan mengurangi kenyamanan pelanggan.

Tigabelas, buatlah penawaran diskon atau harga tertentu dengan pembatasan waktu. Pembatasan waktu ini memacu orang untuk datang agar tidak ketinggalan momen. Datangnya pelanggan membuka peluang untuk pembelian produk lain.

Empat belas, tempat yang paling menguntungkan adalah lokasi dekat pembayaran. Saat menunggu membayar, banyak waktu digunakan pelanggan untuk melihat sekelilingnya. Letakkan dekat lokasi ini produk seperti koran, majalah atau permen. Produk-produk ini cocok untuk pikiran orang-orang yang sedang menunggu.

Terakhir, gunakan kartu pelanggan untuk membangun loyalitas pelanggan. Kartu ini juga dapat digunakan juga sebagai penghargaan dan kemudahan untuk pelanggan.

Pertama, buatlah tema diskon dalam waktu-waktu tertentu, lebih baik dilakukan secara berkala dan lebih sering. Diskon (SALE) akan merangsang pelanggan untuk datang, kadang menjadi motivasi untuk melihat-lihat ke toko atau minimarket. Dalam menampilkan tema DISKON, buatlah dengan tulisan atau gambar yang menarik  perhatian dan mudah terlihat. Orang yang tidak berniat belanja kadang tergodadengan sesuatu berbau diskon.

Kedua, buatlah penataan barang yang memudahkan bagi pelanggan untuk melihat dan mengambil. Penataan barang tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada kalkulasi tertentu. Semakin gampang  dan membantu pelanggan mengaksesnya, peluang pelanggan membeli semakin besar pula.

Ketiga, letakkan item produk seperti makanan segar, buah-buahan, bunga atau produk yang membangkitkan selera di depan pintu atau dekat tempat pembayaran. Orang punya kecenderungan tertarik pada sesuatu yang menyegarkan dan memancing selera. Efeknya, kalau keranjang atau tas belanjaan kosong dan didepan pembayaran ada sesuatu yang menarik, akan merangsang pelanggan membelinya.

Keempat, produk kebutuhan pokok diletakkan di bagian belakang toko/minimarket. Dengan rancangan sedemikian rupa, setiap pelanggan yang hendak membelinya, pastikan berjalan melewati produk-produk lain yang tidak dibutuhkan tiap hari. Kebutuhan pokok adalah alasan utama untuk datang ke toko atau minimarket, kalau produk lainnya  tidak di pasang dijalur yang tepat, pelanggan tidak akan tahu bahwa barang tersebut dijual di toko/minimarket anda.

Kelima, buatlah alur arus dari pintu masuk sampai ke pembayaran, sedapat mungkin melewati semua produk yang dijual, dan diupayakan pula pelanggan fokus pada pencarian produk  yang ingin dibeli dengan tanpa mengorbankan aspek kemudahan pencarian.

Keenam, Letakkan item produk sejajar dengan pandangan mata, minimal tidak terlalu tinggi yang membutuhkan cara ekstra untuk melihat detail produk.

Ketujuh, buat pula letak dan sudut pandang yang nyaman untuk anak-anak, terutama untuk produk yang menyasar anak-anak seperti mainan, makanan ringan, susu, vitamin dan lain lain.

Delapan, letakkan contoh/sample produk yang baru (new products) di depan dekat pintu masuk atau ditengah-tengah antar rak atau tempat yg mudah dilihat dari berbagai sudut. Ini untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang baru, fresh dan mengesankan bahwa toko anda selalu update barang. Bagi pelanggan yang sudah terbiasa mengoleksi barang tertentu, akan memudahkan pencarian.

Sembilan, letakkan barang ditempat atau rak yang mudah dijangkau oleh tangan pelanggan, jangan sampai butuh bantuan alat khusus atau bantuan penjaga hanya untuk melihatnya secara detail. Kemudahan mengambil dan melihat berpengaruh positif pada pembelian.

Sepuluh, perhatikan warna cat toko atau minimarket anda. Warna mempengaruhi mood/minat pelanggan toko anda. Orang-orang akan tertarik pada warna hangat seperti merah, orange, kuning. Kadang bagus juga dengan warna kalem seperti biru atau hijau. Anak-anak akan senang dengan warna-warna cerah. Tentunya strategi warna itu dipengaruhi oleh segmen dari toko atau minimarket anda.

Sebelas, berilah toko anda alunan musik, jangan terlalu keras yang menggangu pendengaran pelanggan. Jenis musik disesuaikan dengan jenis toko anda. Akan terlihat lucu, toko atau minimarket yang menjual produk berbau religi, namun musik yang mengalun adalah tipe hard rock.

Dua belas, perhatikan ukuran toko anda. Toko atau minimarket yang terlalu sempit dan terkesan ruwet akan membuat pelanggan kesal dan enggan pembelian lebih banyak. Berdesak-desakan akan mengesankan toko/minimarket anda laku keras/laris. Namun kalau setiap hari seperti itu akan mengurangi kenyamanan pelanggan.

Tigabelas, buatlah penawaran diskon atau harga tertentu dengan pembatasan waktu. Pembatasan waktu ini memacu orang untuk datang agar tidak ketinggalan momen. Datangnya pelanggan membuka peluang untuk pembelian produk lain.

Empat belas, tempat yang paling menguntungkan adalah lokasi dekat pembayaran. Saat menunggu membayar, banyak waktu digunakan pelanggan untuk melihat sekelilingnya. Letakkan dekat lokasi ini produk seperti koran, majalah atau permen. Produk-produk ini cocok untuk pikiran orang-orang yang sedang menunggu.

Terakhir, gunakan kartu pelanggan untuk membangun loyalitas pelanggan. Kartu ini juga dapat digunakan juga sebagai penghargaan dan kemudahan untuk pelanggan.

  1. Floor display

    Pemajangan barang dagangan yang disusun langsung di lantai tanpa menggunakan rak apapun. Floor diplay sering kita lihat pada hypermarket, karena disana memiliki area yang luas, sehingga display barang di lantai tidak mengganggu arus barang/konsumen. Selain itu perlu diperhatikan : a) diberi alas palet agar produk paling bawah tidak rusak saat proses pembersihan lantai; b) ukuran susunan P x L x T barang yang disusun tidak lebih dari satu meter3 ; c) barang yang disusun adalah produk yang sama; d) ditempatkan di lokasi yang strategis sehingga mudah dilihat dan tidak mengganggu arus barang / konsumen; e) Menambahkan Point of Purcase yang menarik.

  1. Vertical Display

    Pemajangan barang dagangan secara vertikal ke atas. Jenis display ini dapat dilakukan dengan rak gondola wall/island. Aturan display ini adalah: a) barang yang disusun merupakan satu produk yang sama dengan ukuran kemasan berbeda; b) produk dengan ukuran kemasan besar diletakkan di rak selving paling bawah, dan rak selving diatasnya dengan ukuran kemasan lebih kecil; c) perhatikan komposisi warna kemasan (letakkan produk dengan hadap yang sama)

  1. Wall Display

    Penataan produk di rak dengan posisi menempel di dinding. Biasanya digunakan untuk produk fashion / aksesoris. Rak yang digunakan adalah Slat wall rack.

  1. “Impulse Buying” Display

    Display ini semacam “pameran” barang di tempat strategis, sering dilalui konsumen dan mudah terlihat, sehingga konsumen tertarik untuk membeli. Display ini biasanya diletakkan di rak end gondola atau juga rak display dekat kasir.

  1. Merchandise Mix Display

    Pemajangan produk dengan memanfaatkan hubungan komplementer, yaitu memajang secara berdekatan antara barang yang biasanya digunakan bersama. Misalnya spagety degan saos; kopi dengan gula; minuman dengan cemilan. Sehingga konsumen akan tertarik untuk membelinya sekaligus.

  1. Cut Cases Display

    Pemajangan barang dengan menumpuk tanpa mengeluarkan produk dari kemasan karton, tetapi hanya memotong setengah kemasan kartonnya sehingga produk dapat terlihat walau disusun menumpuk. Display ini biasanya digunakan untuk minuman / makanan dalam botol dan kaleng.

  1. Jumble Display

    Display ini dikenal juga dengan display promo. Produk dengan berbagai macam merk dan jenis ditempatkan pada rak promo, serta diletakkan di lokasi terbuka. Konsumen bebas mengaduk-aduk barang untuk memilih.

Sumber :

http://muntilaa.000webhostapp.com/2017/11/pp-bab-4-komunikasi-diperusahaan

This entry was posted in Uncategorised. Bookmark the <a href="https://joejosephine94.000webhostapp.com/2017/11/sop-penataan-produk" title="Permalink to SOP Penataan Produk" rel="bookmark">permalink</a>.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *